GorontaloInfo Tokoh

Profil Casey Ntoma, Pengusaha Ternama Berdarah Gobel Pimpin HIPPI Gorontalo

×

Profil Casey Ntoma, Pengusaha Ternama Berdarah Gobel Pimpin HIPPI Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM – Mohammad Sjawal Akbar Ntoma, atau yang akrab disapa Casey Ntoma, bukan nama baru dalam dunia bisnis dan organisasi pengusaha.

Sosok yang kini dipercaya memimpin DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Gorontalo ini memiliki perjalanan panjang di dunia korporasi, logistik, pemasaran hingga jejaring bisnis internasional.

Casey resmi terpilih sebagai Ketua DPD HIPPI Provinsi Gorontalo melalui Musyawarah Daerah HIPPI Gorontalo yang digelar di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, pada 26 Oktober 2024.

Mohammad Sjawal Akbar Ntoma lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1980. Ia merupakan putra dari pasangan Heydar Ntoma dan Olga Fatmah Gobel.

Menempuh Pendidikan Bisnis di Australia

Perjalanan pendidikan Casey banyak ditempuh di Australia dengan mengambil bidang bisnis dan pemasaran.

Ia menyelesaikan Diploma of Business di SAIBT (UniSA), Adelaide, pada 2005.

Pendidikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Bachelor of Business Marketing di Holmes Institute, Melbourne, yang diselesaikannya pada 2007.

Memulai Kiprah Organisasi Sejak Kuliah

Selain menempuh pendidikan, Casey telah aktif dalam organisasi sejak masih menjadi mahasiswa di Australia.

Ia tercatat aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA). Kiprahnya dimulai dengan menjadi Ketua PPIA Ranting University of South Australia periode 2003–2004.

Setelah itu, Casey dipercaya sebagai Ketua PPIA Cabang South Australia periode 2004–2005. Kepemimpinannya kemudian berlanjut sebagai Ketua Umum PPIA Cabang Victoria periode 2005–2006.

Pada periode yang hampir bersamaan, ia juga menjabat sebagai President Student Club Holmes Institute periode 2004–2007.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke tingkat organisasi yang lebih luas. Casey dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum PPIA Pusat periode 2006–2008.

Meniti Karier di Dunia Korporasi

Setelah menyelesaikan pendidikan dan membangun pengalaman organisasi, Casey mulai meniti karier profesional di lingkungan bisnis.

Ia tercatat pernah menjadi Assistant to Rachmat Gobel di PT Gobel International pada periode 2008–2009.

Perjalanan profesionalnya kemudian berkembang di sejumlah perusahaan, antara lain PT Olga Sarana Pekayon, PT Mega Aparrel Jaya, PT Raja Alkes hingga PT Raja Kuliner Perkasa.

Karier Casey semakin berkembang ketika bergabung dengan PT Panasonic Gobel Indonesia.

Ia tercatat menjabat sebagai Head of Sales B2B/G sejak Juni 2008 hingga Juli 2024.

Posisi tersebut memperkuat pengalamannya dalam bidang pemasaran, penjualan, pengembangan bisnis serta hubungan dengan berbagai mitra usaha.

Setelah menjalani perjalanan panjang di lingkungan korporasi, Casey kemudian dipercaya sebagai Managing Director PT Gotrans Logistics International.

Pada 2025, Casey terlibat dalam pengembangan pusat distribusi Panasonic di Cimanggis, Jawa Barat, yang memiliki luas lebih dari 10.000 meter persegi.

Aktif di Organisasi Pengusaha

Di luar aktivitas profesional di perusahaan, Casey juga memiliki rekam jejak dalam berbagai organisasi pengusaha dan profesional.

Ia tercatat sebagai Ketua Kompartemen Logistik ALFI/ILFA DKI Jakarta atau Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia sejak 2025 hingga sekarang.

Di HIPMI, Casey pernah dipercaya sebagai Ketua Kompartemen Elektronik & Logistik BPP HIPMI periode 2020–2022.

Pengalaman organisasi pengusahanya juga dijalani melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Casey tercatat sebagai Wakil Komisi Tetap Bidang Ketenagakerjaan (Sertifikasi) KADIN Indonesia periode 2023–2024. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Bidang VII Koperasi & UMKM KADIN Kota Jakarta Timur periode 2022–2023.

Rekam jejak Casey turut tercatat dalam Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jaya.

Di organisasi tersebut, ia pernah menjadi Dewan Pembina BPD HIPMI Jaya/Anggota periode 2016–2020 serta Dewan Kehormatan BPD HIPMI Jaya/Anggota periode 2020–2023.

Sementara di HIPPI, Casey dipercaya sebagai Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi Gorontalo sejak 2024 hingga saat ini.

Bagian dari Keluarga Besar Gobel

Di luar rekam jejak pendidikan, profesional dan organisasinya, nama Casey juga memiliki hubungan dengan keluarga besar Gobel yang memiliki sejarah panjang dalam dunia industri Indonesia.

Bicaraa.com dalam pemberitaan Oktober 2026 menyebut Mohammad Sjawal Akbar Ntoma sebagai keponakan almarhum Rachmat Gobel.

Rachmat Gobel sendiri merupakan putra pertama dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel.

PT Gobel International menyebut Thayeb Mohammad Gobel sebagai pendiri dan Rachmat Gobel sebagai penerus Grup Gobel.

Thayeb Mohammad Gobel dikenal sebagai salah satu perintis industri elektronika Indonesia.

Ia lahir di Tapa, Bone Bolango, Gorontalo, pada 12 September 1930 dan pada 1950 mendirikan perusahaan yang memproduksi radio transistor bermerek Tjawang.

Dari perjalanan tersebut, keluarga Gobel kemudian berkembang menjadi salah satu kelompok usaha yang memiliki jaringan luas di Indonesia.

Rachmat Gobel meneruskan bisnis yang dibangun ayahnya dan membawa hubungan bisnis Gobel dengan Panasonic semakin berkembang.

Dalam konteks Casey, hubungan keluarga tersebut menjadi salah satu bagian dari latar belakangnya, terutama karena sebagian perjalanan profesionalnya juga berlangsung di lingkungan perusahaan Gobel dan Panasonic.

Dorong Pengusaha Lokal dan UMKM Gorontalo

Sebagai Ketua DPD HIPPI Gorontalo, Casey kini membawa pengalaman profesional dan organisasinya ke tingkat daerah.

Salah satu fokus yang didorongnya adalah penguatan kapasitas pengusaha lokal dan pelaku UMKM di Gorontalo.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I HIPPI Gorontalo yang diikuti enam DPC kabupaten/kota pada 3 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, Casey menegaskan Rakerda bukan hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga ruang untuk menyusun program yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di Gorontalo.

“Rakerda ini menjadi bentuk komitmen kami bersama enam DPC untuk membangun ekonomi Gorontalo, khususnya bagi pengusaha lokal. Kami ingin merangkai program-program yang nantinya bisa memberikan manfaat bagi pengusaha lokal,” ujar Casey.

Salah satu program yang menjadi perhatian HIPPI Gorontalo adalah membuka akses permodalan bagi pengusaha lokal.

Casey menilai pengembangan usaha tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial dan akses pasar, tetapi juga dukungan pembiayaan yang dapat dijangkau oleh pelaku usaha.

“Kami juga akan membuka akses permodalan dengan mempertemukan pengusaha lokal dengan pihak-pihak yang memiliki kapasitas permodalan. Harapannya, ada ruang kerja sama yang bisa membantu pengusaha lokal mengembangkan usahanya,” kata Casey.

Untuk merealisasikan hal tersebut, HIPPI Gorontalo akan membangun komunikasi dengan investor maupun pemodal.

Langkah tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan usaha anggota HIPPI sekaligus memperluas kesempatan bagi pengusaha lokal mendapatkan sumber pembiayaan.

Perkuat Jejaring dan Akses Pasar

Selain permodalan, penguatan jejaring antarpengusaha menjadi bagian dari arah program HIPPI Gorontalo.

Casey mendorong agar jaringan usaha tidak hanya menjadi hubungan organisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang membuka peluang bisnis, memperluas pasar dan membangun kemitraan dengan berbagai sektor ekonomi.

Menurutnya, program kerja HIPPI harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata pengusaha di daerah.

Karena itu, program yang lahir dari Rakerda diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi memiliki tindak lanjut yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

“Program yang kita susun harus memiliki manfaat dan bisa dijalankan. Jangan hanya menjadi program di atas kertas, tetapi harus ada tindak lanjut yang bisa dirasakan oleh pengusaha lokal,” ujarnya.

Pengalaman Casey di bidang logistik juga dapat menjadi nilai tambah dalam mendorong pengembangan usaha daerah.

Produk UMKM Gorontalo tidak cukup hanya diproduksi, tetapi juga membutuhkan sistem distribusi yang mampu membawa produk tersebut keluar dari daerah.

Dengan pengalaman di bidang logistik, HIPPI dapat mengambil peran sebagai jembatan antara pelaku UMKM, pengusaha besar, pemerintah, perbankan dan pasar.

Konsolidasi pengusaha pribumi juga menjadi bagian penting dalam arah organisasi.

HIPPI Gorontalo dapat menjadi ruang bagi pengusaha untuk membangun jaringan, bertukar informasi, membuka peluang kerja sama dan menciptakan investasi baru.

Dengan pengalaman panjang di lingkungan perusahaan besar serta keterlibatan dalam berbagai organisasi seperti PPIA, HIPMI, KADIN, ALFI/ILFA dan HIPPI, Casey Ntoma kini membawa pengalaman tersebut ke tingkat daerah melalui kepemimpinannya di HIPPI Gorontalo.

Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi pengusaha Gorontalo untuk berkembang, naik kelas dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah. (*)