Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM— Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Gorontalo menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Domestique Cafe, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja untuk memperkuat peran pengusaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rakerda dihadiri enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HIPPI kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Turut hadir Ketua Umum DPP HIPPI Gorontalo Ariful Waqin Hidayat dan Ketua OKK HIPPI Agus Yudha Permana.
Ketua DPD HIPPI Gorontalo Mohammad Sjawal Akbar Ntoma atau akrab dipanggil Casey Ntoma mengatakan, Rakerda I menjadi bagian dari komitmen organisasi bersama enam DPC untuk membangun perekonomian Gorontalo, khususnya melalui penguatan kapasitas pengusaha lokal.
Sjawal menjelaskan, forum tersebut tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga merumuskan sejumlah program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di Gorontalo.
“Rakerda ini menjadi bentuk komitmen kami bersama enam DPC untuk membangun ekonomi Gorontalo, khususnya bagi pengusaha lokal. Kami ingin merangkai program-program yang nantinya bisa memberikan manfaat bagi pengusaha lokal,” ujar Sjawal.
Ia menyampaikan, salah satu agenda yang menjadi perhatian HIPPI Gorontalo adalah membuka akses permodalan bagi pengusaha lokal.
Pengembangan usaha tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial dan akses pasar, tetapi juga dukungan pembiayaan yang dapat dijangkau pelaku usaha.
“Kami juga akan membuka akses permodalan dengan mempertemukan pengusaha lokal dengan pihak-pihak yang memiliki kapasitas permodalan. Harapannya, ada ruang kerja sama yang bisa membantu pengusaha lokal mengembangkan usahanya,” kata Sjawal.
HIPPI Gorontalo berencana membangun komunikasi dengan investor maupun pemodal untuk membuka peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan usaha anggota HIPPI.
Selain akses pembiayaan, HIPPI Gorontalo juga mendorong penguatan jejaring antarpengusaha.
Melalui jaringan yang lebih luas, pelaku usaha lokal diharapkan dapat saling membuka peluang kerja sama, memperluas pasar, serta membangun kemitraan dengan berbagai sektor ekonomi.
Sjawal menambahkan, penyusunan program kerja dalam Rakerda harus diarahkan pada kebutuhan nyata pengusaha lokal.
“Program yang kita susun harus memiliki manfaat dan bisa dijalankan. Jangan hanya menjadi program di atas kertas, tetapi harus ada tindak lanjut yang bisa dirasakan oleh pengusaha lokal,” ujarnya.
Ia juga berharap keterlibatan enam DPC dapat memperkuat koordinasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Aspirasi serta kebutuhan pengusaha dari berbagai wilayah akan menjadi bahan dalam menentukan arah program HIPPI Gorontalo ke depan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP HIPPI Gorontalo Ariful Waqin Hidayat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda I tersebut.
Ia menyebut rapat kerja daerah menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan program HIPPI Gorontalo.
Ariful menjelaskan, hasil Rakerda akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi program yang dibawa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI pada 12 Oktober mendatang.
“Rakerda ini bertujuan mengonsolidasikan program DPD HIPPI Gorontalo untuk kemudian direkomendasikan dalam Rakernas,” kata Ariful.
Ia memaparkan, Gorontalo memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan melalui berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, pertambangan hingga industri kreatif.
Potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengusaha lokal mampu mengelola peluang ekonomi secara profesional dan meningkatkan daya saing.
Ariful juga berharap HIPPI Gorontalo dapat mengambil peran dalam mendorong pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran, serta pembangunan jaringan bisnis.
Melalui Rakerda I ini, HIPPI Gorontalo diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang terarah dan berkelanjutan.
Penguatan organisasi, akses permodalan, serta peningkatan kapasitas pengusaha menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan usaha dan mendorong pengusaha lokal Gorontalo bersaing di tingkat nasional. (*)










