DPRD GorontaloGorontalo

Ridwan Monoarfa: Masa Depan Gorontalo Bergantung pada Kelas Menengah Produktif

×

Ridwan Monoarfa: Masa Depan Gorontalo Bergantung pada Kelas Menengah Produktif

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendorong penguatan kelas menengah sebagai salah satu arah utama pembangunan ekonomi daerah.

Kemajuan Gorontalo tidak cukup hanya diukur dari penurunan angka kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bertambahnya masyarakat yang memiliki pendapatan stabil, mampu menabung, dan mempunyai kesempatan meningkatkan kualitas hidup.

Gagasan tersebut disampaikan Ridwan melalui pandangannya mengenai pentingnya memperbesar kelas menengah di tengah tantangan ekonomi nasional dan daerah.

Ia menilai, menyusutnya kelas menengah nasional dalam beberapa tahun terakhir perlu menjadi perhatian karena kelompok ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, menggerakkan konsumsi, dan mendukung pendidikan keluarga.

Dalam konteks Gorontalo yang masih terus mengembangkan potensi ekonominya, keberadaan kelas menengah yang kuat dinilai menjadi salah satu fondasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Ridwan menjelaskan, kelas menengah mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara, guru, dosen, tenaga kesehatan, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani produktif, hingga wirausaha lokal.

Kelompok tersebut turut menggerakkan perekonomian melalui belanja rumah tangga, pembelian kebutuhan pendidikan, kepemilikan rumah, serta pengembangan usaha.

Ketika pendapatan mereka stabil dan daya beli terjaga, aktivitas perdagangan dan jasa di daerah juga berpeluang tumbuh.

Sebaliknya, ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian pendapatan dan kenaikan harga kebutuhan pokok, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai sektor ekonomi.

Hilirisasi Komoditas dan UMKM Jadi Strategi

Ridwan menilai, tantangan pembangunan Gorontalo saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada konsumsi rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi perlu didukung sektor produksi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satu langkah yang perlu didorong ialah hilirisasi komoditas unggulan daerah. Produk seperti jagung, kelapa, kakao, perikanan, dan peternakan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan lebih lanjut di Gorontalo.

Dengan memperkuat industri pengolahan lokal, daerah tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari proses produksi.

Langkah tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, membuka lapangan kerja formal, serta menciptakan peluang usaha baru.

Selain hilirisasi, Ridwan menekankan pentingnya mendorong UMKM naik kelas. Pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan, pendampingan manajemen, digitalisasi, dan kepastian pasar agar mampu memperluas usaha serta meningkatkan produktivitas.

Penguatan UMKM juga diharapkan dapat memperbesar peluang masyarakat memperoleh penghasilan yang lebih baik dan menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

Kualitas Sumber Daya Manusia dan Daya Beli

Selain sektor produksi, Ridwan menyoroti pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan berkualitas, pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan dunia kerja, literasi digital, serta perluasan jejaring usaha perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat. Jalan dan gedung memang dibutuhkan, tetapi kualitas manusia menjadi faktor penting dalam menciptakan produktivitas dan memperluas kesempatan ekonomi.

Ridwan juga mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok yang berada sedikit di atas garis kemiskinan.

Kelompok ini masih rentan terhadap kenaikan harga pangan, biaya pendidikan, dan kebutuhan kesehatan.

Kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi, stabilitas pasokan pangan, distribusi barang yang efisien, serta perlindungan sosial yang tepat sasaran tetap diperlukan untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Ia menilai, pembangunan daerah seharusnya tidak berhenti pada upaya mengurangi jumlah penduduk miskin.

Target yang lebih luas adalah memperbanyak keluarga yang memiliki pekerjaan produktif, pendapatan stabil, tabungan, dan akses pendidikan yang lebih baik.

Pada akhirnya, Ridwan berpandangan bahwa masa depan Gorontalo tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau tingginya pertumbuhan ekonomi.

Keberhasilan pembangunan juga perlu dilihat dari kemampuan daerah memperluas kesempatan ekonomi agar semakin banyak masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup dan membangun masa depan yang lebih pasti.

Memperbesar kelas menengah, dengan demikian, menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan Gorontalo yang lebih produktif, sejahtera, dan memiliki fondasi ekonomi yang kuat. (*)