Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM – Sebanyak 45 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pohuwato mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Aula Gedung B, Jumat (25/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengkaderan mahasiswa untuk membangun karakter, integritas, kemampuan berorganisasi serta jiwa kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lingkungan kampus maupun masyarakat.
Plt Dekan FKIP Universitas Pohuwato, Darmawati, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan peserta mengikuti LDKM dengan serius karena kegiatan tersebut merupakan tahap awal dalam membentuk kapasitas kepemimpinan mahasiswa.
“Peserta LDKM benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius karena ini adalah pengkaderan kepemimpinan awal bagi mahasiswa sehingga berkarakter, berintegritas dan berjiwa pendidik,” ujar Darmawati.
Ia menjelaskan, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau gelar, tetapi membutuhkan tanggung jawab, integritas dan kapasitas untuk menggerakkan orang lain menuju perubahan yang lebih baik.
“Kepemimpinan bukanlah sebuah jabatan atau gelar, melainkan sebuah tanggung jawab, integritas, dan kapasitas untuk menggerakkan orang lain menuju perubahan yang lebih baik,” katanya.
Darmawati mendorong mahasiswa mengasah tiga aspek utama, yakni karakter dan integritas, kompetensi dan kemampuan menyelesaikan persoalan, serta kolaborasi dan empati.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi, bekerja dalam tim dan menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Dalam organisasi kemahasiswaan, kemampuan tersebut dibutuhkan agar mahasiswa mampu menjalankan tanggung jawab secara terarah.
“Senat harus menjadi jembatan yang inklusif antara mahasiswa dan pihak birokrasi fakultas. Dengarkan aspirasi teman-teman mahasiswa dengan empati,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Pohuwato, Hikmat Katohidar, S.H., M.H., menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa perlu dibangun melalui proses dan pengalaman organisasi.
Ia mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep kepemimpinan secara teori, tetapi perlu belajar mengambil tanggung jawab, bekerja bersama, menyampaikan gagasan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi organisasi.
“Mahasiswa harus menjadikan proses pengkaderan ini sebagai ruang untuk belajar menjadi pemimpin. Kepemimpinan dibentuk melalui tanggung jawab, pengalaman, kemampuan bekerja sama dan keberanian mengambil keputusan,” ujar Hikmat.
Hikmat juga mendorong mahasiswa FKIP untuk membawa nilai kepemimpinan tersebut dalam lingkungan akademik. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan menjadi teladan.
“Mahasiswa FKIP memiliki tanggung jawab yang lebih luas karena dipersiapkan menjadi pendidik. Karena itu, karakter, integritas dan kemampuan berkolaborasi harus menjadi bagian dari proses pendidikan,” katanya.
Darmawati berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian LDKM dengan semangat dan tetap menjaga suasana positif. Materi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi, perkuliahan serta kehidupan sosial mahasiswa. (*)










