Gorontalo

Mikson Kenang Rachmat Gobel, Pengabdi Tulus untuk Gorontalo Selamanya

×

Mikson Kenang Rachmat Gobel, Pengabdi Tulus untuk Gorontalo Selamanya

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM– Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengenang almarhum Rachmat Gobel sebagai sosok yang tulus mengabdikan hidupnya untuk kemajuan Gorontalo.

Kepergiannya dinilai menjadi kehilangan besar bagi masyarakat karena dedikasi dan perjuangannya telah memberikan manfaat nyata di berbagai daerah.

Mikson mengatakan, selama menjabat sebagai Anggota DPR RI, Rachmat Gobel tidak pernah berhenti memperjuangkan kepentingan masyarakat Gorontalo.

Berbagai aspirasi yang disampaikan warga selalu diupayakan agar dapat diwujudkan melalui program pembangunan, mulai dari infrastruktur, pertanian, perikanan, UMKM hingga pengembangan sektor pariwisata.

“Beliau adalah sosok yang benar-benar mengabdikan hidupnya untuk Gorontalo. Tenaga, pikiran, dan waktunya diberikan demi kemajuan daerah. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Gorontalo,” kata Mikson.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, menjadi salah satu yang paling merasakan perhatian Rachmat Gobel.

Warga di kawasan wisata bahari tersebut sangat terpukul atas kabar wafatnya tokoh yang selama ini konsisten memperjuangkan berbagai kebutuhan mereka.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, masyarakat Torosiaje bahkan mengibarkan bendera setengah tiang di kawasan desa wisata tersebut.

Salah seorang warga Torosiaje, Amin Pakaya, mengatakan masyarakat masih mengenang berbagai kebaikan Rachmat Gobel yang telah memberikan perhatian besar terhadap desa mereka.

Almarhum tidak hanya datang mendengar keluhan warga, tetapi juga mengawal berbagai program agar benar-benar terealisasi.

“Kami sangat kehilangan sosok Pak Rachmat Gobel. Beliau selalu memikirkan masyarakat Torosiaje. Jembatan yang dulu rusak akhirnya diperbaiki, jalan menuju Torosiaje yang puluhan tahun rusak akhirnya mendapat perhatian, dan sektor wisata semakin berkembang. Semua itu kami rasakan manfaatnya sampai hari ini. Karena itulah masyarakat dengan sukarela mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas seluruh jasa beliau,” ujar Amin.

Menurut Mikson, tindakan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa jasa dan kebaikan Rachmat Gobel begitu membekas di hati warga.

“Saya mendapat kabar bahwa masyarakat Torosiaje serumpun secara sukarela mengibarkan bendera setengah tiang. Itu bukan sekadar simbol duka, tetapi ungkapan terima kasih dan penghormatan atas seluruh jasa serta budi baik Pak Rachmat Gobel untuk Torosiaje. Beliau telah meninggalkan jejak pengabdian yang tidak akan pernah dilupakan,” ujar Mikson.

Salah satu bukti nyata perjuangan Rachmat Gobel, lanjut Mikson, adalah pembangunan kembali jembatan Torosiaje yang sebelumnya mengalami kerusakan parah dan hampir roboh. Jembatan itu merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas setiap hari.

“Berkat perjuangan beliau, jembatan itu akhirnya diperbaiki. Anak-anak kini bisa berangkat ke sekolah dengan aman, masyarakat lebih mudah menjalankan aktivitas, dan wisatawan yang datang ke Torosiaje juga semakin nyaman. Beliau selalu bahagia ketika melihat hasil perjuangannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Mikson menuturkan, Rachmat Gobel memiliki kepuasan tersendiri setiap kali melihat pembangunan yang diperjuangkannya dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baginya, kebahagiaan terbesar almarhum bukanlah ketika sebuah proyek selesai dibangun, melainkan saat melihat masyarakat menikmatinya.

“Pak Rachmat selalu senang ketika tempat wisata yang dibangun atau didorong pengembangannya ramai dikunjungi masyarakat. Beliau bahagia melihat anak-anak bermain dengan riang, keluarga berkumpul menikmati fasilitas yang ada, dan pelaku usaha kecil mendapatkan rezeki dari ramainya pengunjung. Itu yang selalu beliau syukuri,” ungkap Mikson.

Selain itu, Mikson juga mengenang perjuangan Rachmat Gobel dalam mendorong perbaikan ruas jalan menuju Torosiaje yang selama sekitar 32 tahun mengalami kerusakan.

Perbaikan jalan tersebut akhirnya membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Popayato.

“Beliau sering mengatakan bahwa pembangunan harus memberi manfaat nyata. Ketika masyarakat tersenyum, anak-anak bisa sekolah dengan aman, wisata berkembang, dan ekonomi warga meningkat, itulah kebahagiaan yang beliau rasakan. Bagi beliau, itulah anugerah terbesar dari setiap perjuangan yang dilakukan untuk Gorontalo,” kata Mikson.

Baginya, seluruh pembangunan yang telah diperjuangkan Rachmat Gobel merupakan bukti nyata bahwa almarhum selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Warisan pengabdian itu akan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gorontalo dalam jangka panjang.

Mikson berharap semangat pengabdian Rachmat Gobel dapat menjadi teladan bagi para pemimpin saat ini.

Ia menilai Gorontalo membutuhkan lebih banyak pemimpin yang bekerja dengan ketulusan dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menjadikan seluruh pengabdian beliau untuk Gorontalo sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Insya Allah, jasa dan keteladanan Pak Rachmat Gobel akan selalu hidup dalam hati masyarakat Gorontalo,” tutup Mikson. (*)