Kabar Kampus

SK Rektor Terbit, Mahasiswa UNIPO Kini Bisa Cicil SPP

×

SK Rektor Terbit, Mahasiswa UNIPO Kini Bisa Cicil SPP

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

POHUWATO, BICARAA.COM – Universitas Pohuwato resmi menerapkan kebijakan baru terkait pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi mahasiswa baru dan mahasiswa lama pada Tahun Akademik 2026–2027.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor: 581.01/UNIPO-SK/VII/2026 tentang Penetapan SPP Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama.

Melalui kebijakan ini, mahasiswa tidak lagi diwajibkan membayar SPP sekaligus dalam satu kali pembayaran.

Universitas memberikan kemudahan berupa sistem pembayaran secara cicilan setiap bulan yang dapat dilakukan pada tanggal 1 hingga 15 bulan berjalan.

Skema tersebut berlaku bagi mahasiswa lama maupun mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di Universitas Pohuwato pada tahun akademik yang telah ditetapkan.

Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Hj. Gretty S. Saleh, S.IP., M.Si., mengatakan kebijakan tersebut lahir dari hasil evaluasi yang dilakukan pihak kampus terhadap sistem pembayaran SPP selama beberapa tahun terakhir.

Evaluasi itu menunjukkan masih banyak mahasiswa yang mengalami penunggakan pembayaran hingga akhir semester.

Di sisi lain, pihak universitas juga menerima banyak masukan dari orang tua mahasiswa, baik mahasiswa lama maupun calon mahasiswa baru, yang mengaku kesulitan ketika harus melunasi biaya kuliah sekaligus karena harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga.

“Kebijakan ini kami hadirkan setelah melihat kondisi yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Kami menemukan masih adanya tunggakan pembayaran SPP, sementara di sisi lain banyak orang tua yang menyampaikan keluhan karena pembayaran harus dilakukan sekaligus. Karena itu kami menghadirkan solusi agar pembayaran menjadi lebih ringan tanpa mengurangi kewajiban mahasiswa. Namun, bagi mahasiswa yang ingin membayar SPP secara penuh juga tetap dipersilakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gretty.

Ia menjelaskan, sistem pembayaran bulanan diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa dan orang tua untuk mengatur keuangan dengan lebih baik.

Dengan demikian, mahasiswa tetap dapat fokus menjalani proses perkuliahan tanpa dibayangi kesulitan pembayaran biaya pendidikan.

“Kami tidak ingin ada mahasiswa yang terhambat mengikuti perkuliahan hanya karena kesulitan membayar SPP sekaligus. Pendidikan harus tetap bisa diakses oleh semua kalangan. Karena itu kami menghadirkan skema pembayaran yang lebih fleksibel melalui cicilan setiap bulan, tetapi pilihan untuk membayar lunas juga tetap kami berikan kepada mahasiswa,” katanya.

Gretty menambahkan, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan pembayaran mahasiswa.

Selama ini, penunggakan sering terjadi karena mahasiswa atau orang tua harus menunggu dana dalam jumlah besar untuk melunasi SPP.

Melalui sistem cicilan, pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sehingga lebih mudah dipenuhi.

Meski demikian, Universitas Pohuwato akan melakukan evaluasi terhadap penerapan kebijakan tersebut setiap enam bulan sekali.

Evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat kepatuhan pembayaran mahasiswa, efektivitas sistem yang diterapkan, serta dampaknya terhadap pengelolaan keuangan universitas.

“Setiap enam bulan kami akan melakukan evaluasi. Kami ingin melihat sejauh mana kebijakan ini berjalan efektif, apakah mampu mengurangi angka tunggakan dan benar-benar membantu mahasiswa. Jika hasil evaluasinya baik, tentu sistem ini akan terus kami pertahankan dan disempurnakan,” jelasnya.

Ia berharap kemudahan yang diberikan pihak kampus dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh seluruh mahasiswa.

“Yang kami berikan adalah pilihan. Mahasiswa bisa mencicil SPP sesuai jadwal yang ditetapkan atau membayar lunas di awal semester. Harapan kami, tidak ada lagi mahasiswa yang terkendala melanjutkan kuliah karena persoalan pembayaran,” ujar Gretty.

Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari calon mahasiswa.

Salah satunya datang dari Tasya Daud (18), yang mengaku merasa lebih tenang setelah mengetahui adanya skema pembayaran SPP secara bulanan.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya kebijakan ini karena benar-benar membantu kami sebagai calon mahasiswa. Orang tua tidak perlu lagi menyiapkan biaya dalam jumlah besar sekaligus. Menurut saya, kebijakan ini sangat baik karena memberikan pilihan kepada mahasiswa sesuai kemampuan ekonomi masing-masing,” kata Tasya.

Universitas Pohuwato berharap kebijakan pembayaran SPP melalui skema cicilan dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, orang tua, maupun pihak kampus.

Selain meringankan beban biaya pendidikan, kebijakan ini diharapkan mampu menekan angka tunggakan pembayaran sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di lingkungan Universitas Pohuwato. (*)