Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM– Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) VI Boalemo–Pohuwato melaksanakan kegiatan reses di Kantor Samsat Pohuwato, Marisa, Selasa pagi, (30/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah menyerap aspirasi terkait berbagai kendala dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta potensi pendapatan daerah lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Samsat Pohuwato memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari rendahnya tingkat kepatuhan sebagian wajib pajak, masih adanya kendaraan yang belum melakukan registrasi ulang, hingga perlunya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu.
Selain itu, peserta reses juga membahas pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di Samsat, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan koordinasi antarinstansi agar proses pendataan dan penagihan pajak kendaraan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut karena merupakan wakil rakyat dari Dapil VI, menegaskan sektor pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang memiliki potensi besar untuk terus dioptimalkan.
“Masukan yang kami terima hari ini menjadi bahan penting bagi DPRD, khususnya Komisi II, dalam melakukan fungsi pengawasan dan pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan pendapatan daerah. Apa yang menjadi kendala di lapangan harus kita carikan solusi bersama,” ujar Mikson.
Ia mengatakan, peningkatan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat melalui kepatuhan dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.
Menurutnya, semakin tinggi penerimaan daerah, semakin besar pula kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman ketika mengurus administrasi kendaraannya. Di sisi lain, sosialisasi mengenai manfaat pajak juga perlu diperkuat sehingga kesadaran masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Mikson menambahkan, DPRD Provinsi Gorontalo akan mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut agar dapat ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Sinergi antara legislatif, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang selama ini menghambat peningkatan penerimaan dari sektor pajak kendaraan bermotor maupun sumber pendapatan lainnya dapat segera diatasi, sehingga target PAD Provinsi Gorontalo dapat tercapai dan berdampak positif terhadap percepatan pembangunan di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Pohuwato dan Boalemo. (*)










