Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORUT, BICARAA.COM– Agenda reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, di Desa Motihelumo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (2/7/2026), tidak hanya diisi dengan dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penanaman pohon durian sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan itu menjadi simbol komitmen untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan ekosistem.
Penanaman pohon dipilih sebagai langkah sederhana yang diyakini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ridwan mengatakan, menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari arah pembangunan daerah.
Menurutnya, pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat besar pada masa mendatang, mulai dari menjaga ketersediaan sumber air, memperbaiki kualitas lingkungan, hingga mengurangi risiko bencana.
“Menanam pohon adalah menanam harapan. Pohon yang kita tanam hari ini bukan hanya akan menghasilkan buah di masa depan, tetapi juga menjaga sumber air, memperkuat daya dukung lingkungan, serta mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan berulang di Gorontalo Utara,” kata Ridwan.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ridwan mengungkapkan bahwa Desa Motihelumo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan hortikultura. Kondisi tanah yang subur dan bentang alam yang masih terjaga menjadi modal penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Namun, di balik potensi tersebut, ia menyoroti persoalan banjir yang hampir setiap musim penghujan kembali melanda wilayah itu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan upaya memulihkan fungsi lingkungan.
“Keindahan alam yang dimiliki Motihelumo harus menjadi kekuatan, bukan justru hilang karena kerusakan lingkungan. Rehabilitasi hutan, penghijauan, dan pengelolaan daerah aliran sungai harus menjadi bagian dari agenda pembangunan. Kalau alam dijaga, masyarakat juga akan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ridwan menilai gerakan penghijauan harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengajak pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan investasi bagi generasi mendatang.
Ia juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UGM di Desa Motihelumo yang dinilai tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi turut memberikan edukasi mengenai teknik budidaya, penanaman, serta perawatan tanaman hortikultura.
“Mahasiswa hadir bukan sekadar menjalankan program KKN, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat. Sinergi seperti inilah yang harus terus diperkuat agar desa mampu berkembang secara produktif sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungannya,” ungkap Ridwan.
Dijelaskan Ridwan, peran wakil rakyat tidak hanya memperjuangkan pembangunan fisik dan anggaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi berikutnya.
“Sebagai wakil rakyat, saya percaya politik yang bermakna adalah politik yang mampu meninggalkan manfaat bagi generasi mendatang. Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama dan berkelanjutan, akan menjadi gerakan besar dalam memulihkan alam Gorontalo Utara. Itulah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk anak cucu,” tutupnya. (*)










