Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menyambut hangat kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo dalam rangka menghadiri sekaligus membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.
Kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo tersebut berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 dan diikuti ribuan petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.
Menurut Mikson, kehadiran Wapres Gibran menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai program pembangunan yang sedang berjalan di Gorontalo, terutama sektor pertanian, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur strategis.
Dalam rangkaian kunjungannya, Wapres Gibran meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango.
Bendungan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut selama ini menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan masyarakat karena diyakini akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan sumber air baku.
Mikson Yapanto mengatakan, kunjungan Wapres ke Bendungan Bulango Ulu merupakan sinyal positif bahwa pemerintah pusat masih memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian proyek strategis tersebut.
Keberadaan bendungan itu sangat penting untuk menunjang pembangunan daerah sehingga proses pengerjaannya harus terus didorong hingga tuntas.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bapak Wakil Presiden ke Gorontalo, khususnya ke lokasi Bendungan Bulango Ulu. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat Gorontalo. Kami berharap pembangunan bendungan ini tetap menjadi prioritas dan tidak mengalami hambatan yang dapat memperlambat penyelesaiannya,” kata Mikson.
Menurut Mikson, Bendungan Bulango Ulu memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan kapasitas dan fungsi yang dimilikinya, bendungan tersebut nantinya dapat mengairi ribuan hektare lahan pertanian yang tersebar di sejumlah wilayah di Gorontalo.
Ketersediaan air yang memadai diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian serta memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahannya.
Ia juga menilai keberadaan Bendungan Bulango Ulu memiliki korelasi kuat dengan upaya menjaga ketersediaan sumber air bersih di masa depan.
Menurutnya, sebagian wilayah aliran Sungai Bone saat ini menghadapi tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia yang berdampak pada kualitas air.
Karena itu, kehadiran bendungan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan cadangan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun sektor pertanian.
“Ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan air. Karena itu, Bendungan Bulango Ulu harus terus dipacu pembangunannya. Jangan sampai proyek ini terhenti atau mengalami penundaan berkepanjangan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya.
Mikson menambahkan, selain mendukung irigasi pertanian, bendungan tersebut juga akan berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, serta instrumen penting dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
“Kalau bendungan ini selesai, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak sektor. Bukan hanya pertanian, tetapi juga masyarakat secara umum. Kita membutuhkan jaminan ketersediaan air yang berkelanjutan. Apalagi jika kualitas air di beberapa daerah aliran sungai mengalami tekanan, maka keberadaan bendungan menjadi semakin penting sebagai solusi jangka panjang,” tambahnya.
Mikson menilai penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo juga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kehadiran Wapres Gibran sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kemajuan sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi andalan masyarakat Gorontalo.
“Kami berharap kunjungan Bapak Wakil Presiden tidak hanya memberikan semangat bagi masyarakat Gorontalo, tetapi juga membawa perhatian lebih besar terhadap berbagai kebutuhan pembangunan di daerah. Bendungan Bulango Ulu adalah salah satu proyek yang harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan masa depan ketahanan pangan daerah,” tuturnya.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan akan mempercepat penyelesaian proyek tersebut.
Dengan selesainya Bendungan Bulango Ulu, Gorontalo diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketahanan pangan, memperkuat ketersediaan sumber daya air, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa mendatang. (*)









