Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara terkait pembangunan fasilitas penjemuran multifungsi yang dapat dimanfaatkan nelayan ikan teri dan petani cengkeh.
Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Gorontalo Utara, Jumat (31/7/2026).
Dalam dialog bersama warga, masyarakat menyampaikan kebutuhan akan tempat penjemuran yang memadai.
Selama ini, nelayan dan petani masih mengalami kesulitan mengeringkan hasil tangkapan ikan teri maupun hasil panen cengkeh, terutama saat musim panen berlangsung. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kualitas hasil produksi dan nilai jual komoditas.
Menanggapi aspirasi itu, Ridwan Monoarfa menilai pembangunan fasilitas penjemuran menjadi kebutuhan yang mendesak karena dapat dimanfaatkan oleh dua sektor produktif sekaligus, yakni perikanan dan perkebunan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu masyarakat menjaga kualitas hasil panen sehingga memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih baik.
“Tempat penjemuran ini nantinya bisa digunakan untuk mengeringkan ikan teri maupun cengkeh. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga petani,” ujar Ridwan.
Tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penjemuran, masyarakat juga mengusulkan agar bangunan tersebut dirancang secara multifungsi. Saat tidak digunakan pada musim panen, area itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Warga menginginkan fasilitas tersebut menjadi tempat bermain anak-anak, lokasi berkumpul, hingga ruang silaturahmi yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat desa. Dengan konsep tersebut, keberadaan bangunan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.
Ridwan menyambut baik usulan tersebut. Ia menilai konsep penjemuran multifungsi menjadi solusi yang efektif karena mampu memberikan nilai tambah tanpa membutuhkan anggaran yang terlalu besar.
Dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp70 juta hingga Rp100 juta, Ridwan menyatakan siap mengawal usulan tersebut agar dapat masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Gorontalo.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera diakomodasi dalam program pembangunan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.
“Saya akan mengawal aspirasi ini agar dapat masuk dalam Pokir sehingga bisa segera direalisasikan. Harapannya, fasilitas ini tidak hanya mendukung peningkatan hasil perikanan dan perkebunan, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Ridwan, pembangunan fasilitas penjemuran multifungsi merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain meningkatkan kualitas hasil produksi nelayan dan petani, keberadaan ruang publik yang representatif juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga.
Ia menambahkan, aspirasi masyarakat akan terus menjadi perhatian DPRD Provinsi Gorontalo agar setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.










