Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan melibatkan perusahaan daerah dalam berbagai proyek strategis yang dilaksanakan di Gorontalo.
Dorongan tersebut disampaikan Ridwan saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (21/7/2026).
Dalam rapat itu, Ridwan mengungkapkan bahwa keberadaan BUMD harus mampu menjadi penggerak perekonomian daerah.
Perusahaan milik daerah dinilai perlu memperoleh ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai proyek pembangunan, baik yang bersumber dari APBD maupun program pemerintah pusat yang dilaksanakan di Gorontalo.
Ia mengaku masih banyak proyek strategis yang berjalan di daerah, namun pelaksanaannya lebih banyak dikerjakan oleh perusahaan dari luar Gorontalo.
Kondisi tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum sepenuhnya dirasakan oleh daerah.
“Kalau ada proyek pemerintah pusat di Gorontalo, BUMD harus diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian. Jangan sampai seluruh pekerjaan dikuasai perusahaan dari luar, sementara perusahaan daerah hanya menjadi penonton,” kata Ridwan.
Selain proyek pemerintah pusat, Ridwan juga mengusulkan agar BUMD mulai masuk pada sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar, seperti koperasi, perikanan, dan usaha yang berkaitan dengan aktivitas nelayan.
Langkah tersebut diyakini dapat memperluas ruang usaha BUMD sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di daerah.
Ridwan menegaskan pemerintah daerah perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait agar peluang keterlibatan BUMD dapat diwujudkan.
“Kalau pemerintah daerah aktif mengusulkan, saya yakin peluang itu terbuka. BUMD harus dipersiapkan menjadi perusahaan yang mampu bersaing dan dipercaya mengelola berbagai pekerjaan di daerah sendiri. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana manfaat ekonomi bisa kembali kepada masyarakat Gorontalo,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan BUMD juga menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.
Semakin besar peran perusahaan daerah, semakin besar pula peluang menciptakan lapangan kerja, memperkuat investasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan dari luar daerah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menyambut baik dorongan DPRD agar BUMD semakin diperkuat dalam berbagai sektor usaha.
Danial menjelaskan, BUMD memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, setiap peluang yang dapat memperkuat perusahaan daerah patut didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.
“BUMD merupakan salah satu aset daerah yang harus terus dikembangkan. Ketika perusahaan daerah mendapatkan kesempatan terlibat dalam proyek-proyek strategis, tentu akan ada dampak positif terhadap aktivitas usaha dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah,” ujar Danial.
Ia menambahkan, peningkatan PAD tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi daerah, tetapi juga dapat diperkuat melalui kontribusi BUMD yang sehat dan produktif.
“Jika BUMD tumbuh dan mampu menghasilkan keuntungan, manfaatnya akan kembali kepada daerah dalam bentuk dividen maupun peningkatan aktivitas ekonomi. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Danial berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan BUMD terus diperkuat sehingga berbagai proyek strategis yang masuk ke Gorontalo tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah melalui keterlibatan perusahaan milik daerah. (*)









