Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM– Keluhan masyarakat terkait harga Pertalite yang disebut mencapai Rp35 ribu per liter di Kabupaten Pohuwato mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Pemerintah memastikan akan melakukan pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk menelusuri dugaan penjualan BBM bersubsidi dengan harga yang jauh di atas kewajaran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindakop) Kabupaten Pohuwato, Ibrahim Kiraman, mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan kondisi tersebut berlangsung apabila ditemukan pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan berlebihan.
Ibrahim menyebut tim pemerintah daerah akan turun langsung mengecek laporan masyarakat, termasuk mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjual Pertalite dengan harga tinggi.
“Persoalan Pertalite yang tembus Rp35 ribu nanti akan kita sidak. Kita cek langsung di lapangan, penyampaian dari masyarakat,” kata Ibrahim.
Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap sejumlah pangkalan sebelumnya juga telah dilakukan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak yang sengaja menaikkan harga dengan memanfaatkan keterlambatan pasokan BBM.
Gangguan distribusi tidak seharusnya menjadi alasan bagi penjual untuk menetapkan harga Pertalite secara tidak terkendali.
Apalagi Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk Pertalite yang dijual sudah melampaui batas kemampuan, itu kami sidak. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual Pertalite di atas harga dan mengambil keuntungan yang lebih besar,” ujarnya.
Ibrahim juga mengingatkan para penjual bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat yang turut menjadi pengguna BBM.
Karena itu, keuntungan dalam kondisi seperti ini tetap harus berada dalam batas kewajaran.
“Dalam keadaan seperti ini kami berharap jalanlah mengambil keuntungan sesuai dengan batas kewajaran,” katanya.
Di tengah keresahan masyarakat, Ibrahim meminta warga tidak panik dan melakukan pembelian secara berlebihan.
Ia memastikan ketersediaan BBM di wilayah Pohuwato pada dasarnya tetap ada.
Kondisi yang terjadi sebelumnya lebih disebabkan oleh keterlambatan pasokan menuju sejumlah SPBU.
Keterlambatan tersebut kemudian memicu antrean dan kekhawatiran masyarakat hingga menimbulkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan BBM.
“Masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena ketersediaan BBM memang ada. Cuma kemarin itu ada keterlambatan pasokan masuk ke SPBU sehingga menimbulkan kepanikan,” jelasnya.
Pertamina: Kuota Sesuai, Kendala pada Keterlambatan Kapal
Penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM juga disampaikan SBM TBBM Pertamina TBBM Gorontalo, Satria Syaputra Harahap.
Satria menjelaskan kuota BBM yang dialokasikan untuk wilayah Pohuwato telah disesuaikan dengan kebutuhan dan dikirim berdasarkan kuota yang ditetapkan.
Dengan demikian, persoalan yang terjadi bukan disebabkan adanya pengurangan kuota.
Kendala yang sempat terjadi berkaitan dengan proses distribusi, khususnya keterlambatan pengiriman BBM melalui kapal.
Satria menjelaskan, kondisi tersebut terjadi pada masa pengiriman di akhir triwulan II, yakni September, kemudian memasuki periode tiga bulan berikutnya pada Oktober.
Penyesuaian distribusi dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah tetap terpenuhi.
Apabila terdapat kekurangan pasokan di suatu lokasi, distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan di lokasi lainnya.
Penyaluran tidak hanya terpaku pada satu titik, tetapi dapat disesuaikan berdasarkan kondisi kebutuhan di lapangan.
Sebagai gambaran, apabila suatu lokasi memiliki kebutuhan atau pengiriman sebesar 15 KL, angka tersebut tetap menjadi acuan sesuai kuota dan kebutuhan yang telah ditetapkan.
Ketika terdapat kekurangan sementara di suatu wilayah, penyesuaian dapat dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan BBM di wilayah lainnya.
Dengan mekanisme tersebut, distribusi BBM tetap dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Satria menegaskan keterlambatan pasokan tidak berarti terjadi pengurangan kuota BBM untuk Pohuwato.
Kuota tetap mengacu pada alokasi yang telah ditetapkan, sementara kendala yang terjadi berada pada waktu kedatangan dan proses distribusi.
Pemda Siapkan Sidak Harga Pertalite
Pemerintah Kabupaten Pohuwato memastikan penyaluran Pertalite dan Pertamax ke sejumlah SPBU tetap berjalan.
Ibrahim menyebut kuota BBM untuk SPBU di Kabupaten Pohuwato berada dalam kondisi normal dan telah tersedia.
“Pemerintah menjamin lancar semua penyaluran, Pertalite, Pertamax di SPBU-SPBU,” katanya.
Khusus wilayah Kecamatan Marisa, Ibrahim menyampaikan sebanyak 24 kiloliter atau KL Pertalite telah disalurkan.
Distribusi juga telah dilakukan pada hari sebelumnya.
Apabila sebelumnya terdapat SPBU yang belum menerima pasokan, kondisi tersebut terjadi karena masih menunggu pengiriman dari kapal.
Setelah pasokan tiba, distribusi kembali dilakukan.
“Jadi ini tidak ada kelangkaan. Pun kalau ada di depot, itu hanya permainan harga yang dilakukan oleh oknum dan itu kita sidak,” tegas Ibrahim.
Pemerintah daerah juga mengingatkan pihak yang menjual Pertalite bersubsidi dengan harga tidak wajar agar menghentikan praktik tersebut.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan penjualan dengan harga yang dianggap meresahkan masyarakat, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan lebih tegas, termasuk melakukan penyitaan terhadap BBM.
“Kalau masih ditemukan itu akan kita sita dan juga akan kita tindak tegas,” tutupnya. (*)







