Gorontalo

Mobil Pengangkut Excavator Hantam Tiang Listrik, Manawa Sempat Macet

×

Mobil Pengangkut Excavator Hantam Tiang Listrik, Manawa Sempat Macet

Sebarkan artikel ini
Nampak Mobil Pengangkut Alat Berat Eskavator Menghantam Tiang Listrik yang Berada di Bahu Jalan, Gambar: (bicaraa.com)

Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

POHUWATO, BICARAA.COM- Sebuah mobil bermuatan alat berat jenis excavator mengalami insiden di Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (6/8/2026).

Kendaraan tersebut dilaporkan menghantam tiang listrik hingga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena kendaraan berukuran besar yang membawa alat berat melintas di jalan desa.

Kondisi itu membuat akses kendaraan masyarakat sempat terganggu dan menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

Warga Desa Manawa, Farhan Dungga (26), meminta agar kendaraan-kendaraan besar yang membawa alat berat dapat menggunakan jalur yang lebih sesuai, khususnya akses utama Jalan Trans Sulawesi di bagian atas Desa Iloheluma.

“Seharusnya mobil-mobil besar bisa melewati jalan akses utama di Jalan Trans Sulawesi, bagian atas Desa Iloheluma, agar tidak membuat jalan di desa menjadi macet,” ujar Farhan.

Farhan mengatakan, penggunaan jalan desa oleh kendaraan bermuatan alat berat perlu menjadi perhatian.

Selain mengganggu arus lalu lintas, kendaraan dengan ukuran dan beban besar juga dikhawatirkan memberikan tekanan terhadap kondisi jalan apabila melintas secara berulang.

“Kalau kendaraan besar terus melewati jalan desa, bukan hanya persoalan macet. Jalan juga bisa mengalami kerusakan kalau kendaraan berat berulang kali masuk melalui jalur ini,” katanya.

Ia berharap akses kendaraan pengangkut alat berat dapat diarahkan melalui jalur yang lebih memadai sehingga aktivitas pengangkutan tidak mengganggu masyarakat yang menggunakan jalan desa.

“Kalau jalurnya diatur dengan baik, masyarakat juga tidak terganggu. Kendaraan besar bisa tetap lewat dan aktivitas warga juga bisa berjalan normal,” ujar Farhan.

Insiden ini menjadi perhatian karena jalur yang digunakan kendaraan berat seharusnya mempertimbangkan kondisi jalan, ruang gerak kendaraan, serta keselamatan pengguna jalan.

Pengaturan rute menjadi penting agar pengangkutan alat berat tidak kembali menyebabkan gangguan lalu lintas maupun persoalan terhadap infrastruktur.

Setelah insiden terjadi, sejumlah warga kemudian berupaya membantu mengatasi kondisi di lokasi.

Upaya tersebut dilakukan agar akses kendaraan dapat kembali berjalan dan arus lalu lintas berangsur normal.

Farhan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah tersebut.

Ia juga mendorong adanya perhatian dari pihak terkait terhadap jalur yang digunakan kendaraan pengangkut alat berat.

“Harapannya ke depan kendaraan-kendaraan besar bisa menggunakan akses yang memang lebih layak untuk kendaraan berat, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” tutup Farhan.

Setelah sejumlah warga melakukan upaya di lokasi, akses kendaraan akhirnya kembali normal dan kemacetan dapat terurai. (*)