Gorontalo

Mikson: Jembatan Bailey Pani Gold Mine Bantu Ekonomi Warga

×

Mikson: Jembatan Bailey Pani Gold Mine Bantu Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menyampaikan apresiasi kepada Pani Gold Mine yang telah memfasilitasi peminjaman Jembatan Bailey sepanjang 40 meter sebagai akses sementara bagi masyarakat di Dusun Titileya, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Jembatan rangka baja tersebut telah digunakan masyarakat sejak beberapa waktu lalu sebagai akses penghubung setelah Jembatan Pulubala ambruk pada April 2025. Meski telah dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas warga, peresmian Jembatan Bailey tersebut baru dilaksanakan hari ini.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Tonny Yunus, Direktur Pani Gold Mine Boyke Abidin, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Mikson Yapanto, serta jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.

Mikson mengatakan, keberadaan Jembatan Bailey sangat membantu masyarakat karena menjadi salah satu akses penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalur tersebut juga memiliki peran besar dalam menunjang kegiatan ekonomi warga di sekitar wilayah Pulubala.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi akses utama, terutama untuk kegiatan ekonomi warga dan pengangkutan hasil-hasil pertanian,” ujar Mikson.

Ia menjelaskan, ambruknya Jembatan Pulubala pada April 2025 berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Warga membutuhkan akses alternatif agar aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari tetap dapat berjalan.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian DPRD bersama pemerintah daerah dan pihak terkait. Salah satu solusi yang dilakukan adalah menghadirkan Jembatan Bailey sebagai akses sementara untuk memastikan aktivitas masyarakat tidak terhenti.

Mikson menjelaskan, pembangunan kembali Jembatan Pulubala secara permanen membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, fasilitas Jembatan Bailey yang dipinjamkan Pani Gold Mine menjadi solusi sementara sembari menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Untuk sementara Pani Gold Mine meminjamkan Jembatan Bailey ini. Kita sambil menunggu anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan Jembatan Pulubala secara permanen,” jelasnya.

Ia menilai langkah tersebut juga membantu pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran. Dengan tersedianya akses sementara, pemerintah dapat memfokuskan anggaran pada pembangunan jembatan permanen tanpa harus kembali mengeluarkan biaya besar untuk membangun akses darurat.

Mikson berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, DPRD, dan pemerintah pusat terus berkoordinasi untuk memastikan pembangunan Jembatan Pulubala dapat segera direalisasikan.

“Jangan sampai karena sudah ada jembatan sementara, pembangunan permanennya kemudian terlupakan. Ini harus tetap dikawal sampai ada jembatan permanen,” tegasnya.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah dan pihak perusahaan dalam penanganan kebutuhan infrastruktur masyarakat perlu terus diperkuat. Dukungan seperti penyediaan akses sementara dapat membantu masyarakat melewati masa transisi sebelum pembangunan permanen selesai.

Dengan beroperasinya Jembatan Bailey sepanjang 40 meter, masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan lebih mudah, terutama dalam mobilitas sehari-hari, pengangkutan hasil pertanian, perdagangan, dan distribusi barang.

Mikson menegaskan, pembangunan Jembatan Pulubala secara permanen tetap menjadi tujuan utama. Keberadaan Jembatan Bailey diharapkan menjadi solusi sementara hingga pemerintah memperoleh dukungan anggaran dan merealisasikan pembangunan jembatan yang lebih permanen dan memadai bagi masyarakat. (*)