DPRD Gorontalo

Komisi II Minta PLN Kurangi Ketergantungan Batu Bara Lewat Biomassa

×

Komisi II Minta PLN Kurangi Ketergantungan Batu Bara Lewat Biomassa

Sebarkan artikel ini
Mikson Yapanto, Ketua Komisi II dan Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie usai rapat bersama UPTD PLN Pembangkit Andalas Kota Gorontalo. Foto: (bicaraa.com)
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM– Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menghadiri agenda reses Anggota DPR RI Komisi XII, Rusli Habibie, bersama UPTD PLN Pembangkit Andalas, Selasa (4/8/2025).

Pertemuan tersebut membahas upaya mengurangi penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik melalui pemanfaatan biomassa dari tanaman lamtoro dan sorgum.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengatakan penggunaan biomassa menjadi salah satu solusi untuk mendukung program transisi energi nasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan batu bara di pembangkit listrik.

Penggunaan batu bara, kata Mikson, masih sesekali menimbulkan keluhan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit akibat debu yang dihasilkan.

Karena itu, diperlukan langkah bertahap untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dengan memanfaatkan sumber energi alternatif yang tersedia di daerah.

“Penggunaan batu bara masih sesekali dikeluhkan masyarakat di sekitar pembangkit. Karena itu kami mendorong pemanfaatan tanaman lamtoro dan sorgum sebagai biomassa agar penggunaan batu bara dapat dikurangi secara bertahap, sekaligus mendukung program energi bersih yang sedang dijalankan pemerintah,” ujar Mikson Yapanto.

Ia menjelaskan, pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar batu bara (co-firing) di pembangkit listrik PLN saat ini telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia dengan komposisi sekitar lima persen.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Gorontalo untuk mengambil peran sebagai daerah penyedia bahan baku biomassa.

Mikson mengungkapkan Gorontalo pernah memperoleh penghargaan pada 2021 atas rencana pengembangan tanaman energi. Karena itu, ia berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi segera direalisasikan.

“Gorontalo pernah mendapat penghargaan terkait rencana pengembangan tanaman energi. Ini harus kita tindak lanjuti. Jangan sampai hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain mendukung ketahanan energi nasional, Mikson mengatakan pengembangan tanaman lamtoro dan sorgum juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi para petani.

Tanaman tersebut memiliki potensi menjadi komoditas bernilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa untuk kebutuhan pembangkit listrik.

“Kalau program ini berjalan, petani akan memiliki pasar baru untuk hasil tanamannya. Artinya, manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor energi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.

Dalam agenda reses tersebut, Rusli Habibie menerima berbagai masukan dari Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo dan pihak UPTD PLN Pembangkit Andalas terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di Gorontalo.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat pemerintah pusat agar pengembangan biomassa di Gorontalo memperoleh dukungan kebijakan maupun anggaran.

Menutup pembahasannya, Mikson berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi segera ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN.

“Kami berharap melalui agenda reses Pak Rusli Habibie ini, aspirasi yang kami sampaikan bisa mendapat perhatian pemerintah pusat. Gorontalo memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan nasional dalam pengembangan biomassa berbasis lamtoro dan sorgum. Jika ini terwujud, bukan hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggerakkan ekonomi daerah,” tutup Mikson Yapanto. (*)