DPRD Gorontalo

Komisi II Desak Penambahan SPBU Marisa Demi Kebutuhan Masyarakat Pohuwato

×

Komisi II Desak Penambahan SPBU Marisa Demi Kebutuhan Masyarakat Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menghadiri agenda reses Anggota DPR RI Komisi XII, Rusli Habibie, bersama PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Gorontalo, Selasa (4/8/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II menyampaikan aspirasi agar penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, dapat segera direalisasikan.

Aspirasi tersebut tidak hanya disampaikan kepada Anggota DPR RI Komisi XII, Rusli Habibie, untuk diperjuangkan di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga kepada PT Pertamina Patra Niaga agar segera melakukan kajian dan mempercepat proses penambahan SPBU di Marisa demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mengatakan penambahan SPBU di Marisa sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, jumlah SPBU yang ada saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat sehingga antrean kendaraan hampir setiap hari masih terjadi.

Bahkan, kondisi tersebut kerap memicu perselisihan antarpengendara yang sama-sama ingin mendapatkan BBM.

“SPBU di Marisa sudah sangat perlu ditambah. Hampir setiap hari terjadi antrean panjang, bahkan sering menimbulkan gesekan atau konflik antar pengendara karena semua ingin mendapatkan BBM,” ujar Mikson.

Selain melayani kebutuhan masyarakat, Mikson mengatakan meningkatnya aktivitas investasi di Kabupaten Pohuwato juga menjadi salah satu faktor bertambahnya kebutuhan BBM.

Sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan bidang usaha lainnya membutuhkan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar untuk mendukung operasional.

“Kebutuhan BBM di Pohuwato terus meningkat. Saat ini sudah ada perusahaan-perusahaan investasi, khususnya di sektor pertambangan dan usaha lainnya, yang membutuhkan suplai BBM cukup besar. Karena itu, penambahan SPBU harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Mikson berharap Pertamina dapat melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, antrean panjang yang hampir setiap hari terjadi menunjukkan kapasitas pelayanan SPBU yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha.

“Kami juga meminta Pertamina segera mengkaji dan mempercepat penambahan SPBU di Marisa. Jangan menunggu sampai persoalan antrean semakin panjang. Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas, apalagi kebutuhan BBM terus meningkat seiring berkembangnya investasi di Pohuwato,” tegasnya.

Mikson menilai keberadaan SPBU baru akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dunia usaha di Kabupaten Pohuwato.

Dengan bertambahnya fasilitas pengisian BBM, antrean kendaraan dapat dikurangi dan distribusi energi menjadi lebih efektif.

“Kalau SPBU ditambah, pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik, antrean bisa berkurang, dan aktivitas ekonomi maupun investasi di Pohuwato juga tidak terganggu akibat keterbatasan pasokan BBM,” jelasnya.

Dalam agenda reses tersebut, Rusli Habibie menerima berbagai aspirasi yang disampaikan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo bersama pihak Pertamina terkait pelayanan distribusi BBM di daerah.

Mikson berharap aspirasi penambahan SPBU di Marisa mendapat perhatian serius dari kedua belah pihak, baik pemerintah pusat maupun Pertamina, agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami berharap Pak Rusli Habibie dapat memperjuangkan aspirasi ini di pemerintah pusat. Di sisi lain, kami juga berharap Pertamina segera menindaklanjuti dengan kajian dan percepatan penambahan SPBU di Marisa. Penambahan SPBU bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi tuntutan masyarakat dan kebutuhan daerah yang terus berkembang. Kami yakin jika ini segera direalisasikan, pelayanan BBM akan lebih optimal dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi di Pohuwato,” tutup Mikson Yapanto. (*)