Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM– Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo mendapat apresiasi dari Mikson Yapanto, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo.
Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dinilai menjadi bukti bahwa Gorontalo semakin diperhitungkan di tingkat nasional dan mampu menjadi tuan rumah agenda berskala besar dengan baik.
Ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Gorontalo untuk menyelenggarakan kegiatan nasional yang diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata hingga budaya kepada masyarakat luas.
“PENAS 2026 menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Gorontalo. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan para menteri menunjukkan bahwa daerah kita mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ini membuktikan Gorontalo mampu menjadi tuan rumah yang baik dan sukses menyelenggarakan agenda nasional,” ujarnya.
Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lahir begitu saja. Di balik suksesnya penyelenggaraan PENAS terdapat kerja keras berbagai pihak yang sejak awal bergotong royong mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.
Karena itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten dan kota, panitia pelaksana, aparat keamanan, serta masyarakat yang ikut mendukung kelancaran acara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo, para bupati yang telah bekerja keras menyukseskan PENAS. Ini adalah hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat demi mengangkat nama daerah di tingkat nasional,” katanya.
Perhatian khusus diberikan kepada Anggota DPR RI Rachmat Gobel yang dinilai memiliki kontribusi besar sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Baginya, Gobel tidak hanya mengawal suksesnya acara, tetapi juga berupaya memastikan para tamu yang datang membawa kesan positif tentang Gorontalo saat kembali ke daerah masing-masing.
Salah satu bentuk perhatian tersebut terlihat dari berbagai pembenahan destinasi wisata yang dilakukan menjelang PENAS.
Kawasan Danau Perintis kini tampil lebih menarik dengan hadirnya berbagai ornamen baru yang mempercantik area wisata. Penataan itu membuat salah satu destinasi unggulan Gorontalo tersebut semakin nyaman dan layak dikunjungi wisatawan.
Perubahan juga tampak di Pentadio Resort yang kini memiliki landmark kucing raksasa sebagai ikon baru kawasan wisata.
Selain itu, tersedia kolam rendam kaki air panas yang dapat dinikmati pengunjung, area bersantai yang nyaman, serta sejumlah titik nongkrong yang menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
Tak kalah memukau, Menara Pakaya kini tampil lebih semarak dengan dukungan lampu sorot dan kerlap-kerlip cahaya yang mempercantik kawasan pada malam hari.
Di lokasi tersebut juga hadir videotron berbentuk bundar yang menjadi salah satu ikon modern Gorontalo. Fasilitas itu disebut sebagai salah satu videotron bundar yang hanya terdapat di Jakarta dan Gorontalo.
“Pak Rachmat Gobel memiliki perhatian besar terhadap kemajuan daerah. Beliau tidak hanya memikirkan suksesnya PENAS, tetapi juga bagaimana para tamu yang datang bisa melihat wajah Gorontalo yang lebih indah, lebih tertata, dan lebih membanggakan. Apa yang beliau lakukan menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap daerah ini,” ungkapnya.
Menurut Ketua Komisi II, kontribusi Rachmat Gobel dalam menyukseskan PENAS 2026 tidak bisa dipisahkan dari komitmennya selama ini dalam memperjuangkan pembangunan Gorontalo.
Berbagai langkah yang dilakukan menjelang pelaksanaan PENAS dinilai sebagai bukti nyata bahwa Gobel ingin daerahnya terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
“Pak Rachmat selalu hadir ketika Gorontalo membutuhkan dukungan. Beliau tidak hanya berbicara tentang pembangunan, tetapi menunjukkan kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat. PENAS 2026 menjadi salah satu bukti bagaimana beliau mengerahkan tenaga, pikiran, dan jaringan yang dimiliki demi memastikan Gorontalo tampil terbaik di hadapan Indonesia,” tuturnya.
Ia berpandangan bahwa berbagai perubahan yang terlihat selama pelaksanaan PENAS akan memberikan dampak jangka panjang bagi daerah. Penataan kawasan wisata dan fasilitas publik diyakini akan terus dinikmati masyarakat bahkan setelah kegiatan nasional tersebut berakhir.
“Tidak berlebihan jika kita menyebut Pak Rachmat Gobel sebagai salah satu tokoh yang paling konsisten memperjuangkan kemajuan Gorontalo. Beliau ingin setiap tamu yang datang melihat daerah ini sebagai wilayah yang maju, ramah, dan memiliki potensi besar. Dedikasi seperti ini tentu layak mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan PENAS 2026 merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat, dan tokoh-tokoh Gorontalo yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan berbagai agenda nasional lainnya di masa depan.
“Pak Rachmat telah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap daerah tidak cukup hanya dengan kata-kata. Beliau membuktikannya melalui tindakan nyata. Saya percaya perjuangan beliau dalam mengawal PENAS 2026 akan menjadi bagian penting dalam sejarah pembangunan Gorontalo dan akan dikenang sebagai kontribusi besar bagi daerah ini,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ketua Komisi II berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama PENAS 2026 dapat terus dipertahankan.
Ia optimistis keberhasilan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus membangun Gorontalo agar semakin maju, dikenal luas, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional lainnya di masa mendatang.
“PENAS telah membuktikan bahwa Gorontalo mampu menunjukkan yang terbaik. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan melanjutkan semangat itu demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)










