Kabar Kampus

KKN Tematik UNG Latih Warga Pilolalenga Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

×

KKN Tematik UNG Latih Warga Pilolalenga Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

Sebarkan artikel ini
Foto bersama mahasiswa KKN-T, Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Desa dan Kelompok Sasaran, Gambar: (bicaraa.com)

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


GORONTALO, BICARAA.COM– Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode I Tahun 2026 dari Universitas Negeri Gorontalo melatih masyarakat Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, mengolah limbah ikan dan jagung menjadi produk bernilai ekonomi melalui program pemberdayaan berbasis potensi lokal desa.

Kegiatan KKN yang dimulai sejak 8 April 2026 itu melibatkan 11 mahasiswa dan mendapat pendampingan langsung dari sejumlah dosen pembimbing, yakni Dr. Ir. Faiza A. Dali, S.Pi., M.Si. selaku ketua tim bersama Dr. Ir. (IPM) H. Anton Kaharu, A.Ma.T.S., S.T., M.T., Prof. Dr. Rahim Husain, S.Pi., M.Si., serta Silvana Apriliani, S.P., M.Si.

Kehadiran tim KKN Tematik UNG diterima langsung oleh Kepala Desa Pilolalenga, Irwan S. Dehi, S.Pd. Pemerintah desa menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu memberikan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya dalam pengolahan hasil pertanian dan perikanan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Ahad, 26 April 2026, melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat desa. Fokus utama kegiatan yakni pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk organik hasil fermentasi serta pengembangan produk berbahan dasar tepung jagung.

Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai Good Manufacturing Practices (GMP) atau tata cara produksi pangan yang baik, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasaran.

Dalam program tersebut, tim KKN berhasil menghadirkan sejumlah produk unggulan lokal. Produk itu terdiri dari pupuk organik cair, tepung jagung, serta cookies jagung yang difortifikasi dengan tepung tulang ikan. Seluruh produk kemudian diperkenalkan dengan merek lokal “PILOMA” sebagai identitas produk khas Desa Pilolalenga.

Ketua tim pembimbing, Dr. Faiza A. Dali, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum dikelola secara optimal.

“Melalui program ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah ikan bukan sekadar sisa hasil produksi, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti pupuk organik. Begitu juga jagung yang bisa dikembangkan menjadi produk pangan inovatif dan memiliki daya jual lebih tinggi,” ujar Faiza.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelatihan menjadi salah satu indikator keberhasilan program KKN Tematik yang dijalankan mahasiswa UNG di Desa Pilolalenga.

“Kami berharap keterampilan yang sudah diberikan tidak berhenti saat program KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat menjadi usaha rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Selain pengembangan produk, tim KKN juga menyerahkan peta jaringan distribusi dan aksesibilitas desa kepada pemerintah setempat. Peta tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperluas distribusi hasil pertanian dan produk olahan desa ke wilayah yang lebih luas.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan kelompok tani, kader desa, hingga Karang Taruna Desa Pilolalenga. Warga tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga ikut mempraktikkan langsung proses pengolahan bahan, fermentasi pupuk, pembuatan produk olahan, hingga teknik pengemasan.

Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan.

KKN Tematik Periode I UNG Tahun 2026 di Desa Pilolalenga resmi berakhir pada Sabtu, 23 Mei 2026. Meski demikian, masyarakat berharap inovasi dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi desa. (*)