Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM– Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) memperingati hari jadinya yang ke-27 pada 11 Juli 2026 dengan menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan membangun masyarakat yang bebas dari penindasan.
Mengusung tema Mengakar, Melawan, Menang, peringatan hari lahir LMID menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi sejak didirikan pada 11 Juli 1999. Selama hampir tiga dekade, LMID menyatakan telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari intimidasi, teror, hingga berbagai bentuk upaya pembungkaman terhadap gerakan organisasi.
Dalam pernyataan yang ditulis Adriyatno Patilanggio, LMID menegaskan bahwa usia ke-27 bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat untuk terus menjaga prinsip perjuangan di tengah dinamika politik nasional maupun perubahan geopolitik dunia yang semakin kompleks.
LMID menilai bahwa perubahan sosial hanya dapat diwujudkan apabila rakyat menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah perjuangan. Karena itu, organisasi menekankan pentingnya terus membangun basis gerakan bersama petani, buruh, mahasiswa, pemuda, serta kelompok masyarakat yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan.
Menurut LMID, perjuangan organisasi akan memiliki makna apabila tetap menyatu dengan kehidupan rakyat. Organisasi juga mengajak generasi muda agar tidak larut dalam kenyamanan sesaat maupun kehilangan arah perjuangan di tengah perkembangan politik yang terus berubah.
Dalam pernyataannya, LMID turut menyoroti kondisi politik saat ini. Organisasi tersebut menilai masih banyak kekuatan politik yang mengatasnamakan kesejahteraan rakyat, agama, maupun nasionalisme, tetapi pada praktiknya lebih mengutamakan kepentingan kelompok elite dibanding kepentingan masyarakat luas.
Atas dasar itu, LMID mengingatkan pentingnya menjaga independensi sikap politik organisasi agar tidak terjebak dalam kepentingan pragmatis. Bagi LMID, sikap politik hanya dapat dipertahankan demi kepentingan dan kemenangan rakyat.
Memasuki usia ke-27 tahun, LMID juga menegaskan perlunya transformasi organisasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip perjuangan yang telah menjadi fondasi sejak awal berdiri.
Organisasi berharap seluruh kader terus memperkuat kerja-kerja pengorganisasian di tengah masyarakat serta memperluas ruang perjuangan demi mendorong perubahan sosial yang lebih adil dan demokratis.
Menutup pernyataannya, LMID mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk terus mengobarkan semangat perjuangan dengan tetap mengakar di tengah rakyat sebagai jalan menuju cita-cita menciptakan dunia yang bebas dari penindasan dan eksploitasi manusia atas manusia.
“Dirgahayu LMID ke-27. LMID selalu di hati. LMID siap sedia,” demikian penutup pernyataan tersebut.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat 10 judul menarik dan 10 kata on point untuk artikel ini. (*)









