Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM– Kepergian Rachmat Gobel menyisakan duka mendalam bagi banyak masyarakat Gorontalo.
Salah satunya dirasakan Aspin Nalole (53), penjual pisang asal Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama ini dikenalnya peuli terhadap rakyat kecil, Aspin dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk berziarah ke makam Rachmat Gobel.
Kabar tersebut dikonfirmasi Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, Selasa (14/7/2026).
Ia mengatakan, keberangkatan Aspin difasilitasi oleh Rama Datau, keponakan Rachmat Gobel, yang berkomitmen melanjutkan kepedulian almarhum kepada masyarakat.
“Insya Allah Kakak Rama Datau akan memberangkatkan Pak Aspin ke Jakarta untuk berziarah ke makam Pak Rachmat Gobel. Ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus melanjutkan kepedulian beliau kepada masyarakat kecil,” ujar Mikson.
Aspin selama ini mencari nafkah dengan menjual pisang menggunakan sebuah gerobak sederhana.
Dalam salah satu kesempatan, Rachmat Gobel sempat bertemu dan berbincang langsung dengannya.
Saat itu, Rachmat Gobel berjanji akan mempercantik gerobak yang digunakan Aspin agar tampil lebih baik dan dapat mendukung usahanya.
Meski Rachmat Gobel telah berpulang, janji tersebut dipastikan tetap akan diwujudkan.
Rama Datau mengambil langkah untuk meneruskan amanah yang pernah disampaikan pamannya semasa hidup.
“Pak Rachmat adalah sosok yang selalu memegang komitmen. Apa yang sudah beliau niatkan kepada masyarakat harus tetap dilanjutkan. Karena itu, Kakak Rama Datau akan merealisasikan janji mempercantik gerobak Pak Aspin,” kata Mikson.
Ia menjelaskan, gerobak yang selama ini digunakan Aspin akan didesain ulang sehingga terlihat lebih rapi, modern, dan menarik tanpa menghilangkan fungsinya sebagai sarana mencari nafkah sehari-hari.
Bagi Mikson, apa yang dilakukan Rama Datau menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian yang diwariskan Rachmat Gobel tetap hidup.
Sosok almarhum semasa hidup dikenal sering membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang dan lebih memilih bekerja dalam diam dibanding mempublikasikan bantuan yang diberikannya.
“Beliau selalu mengajarkan bahwa membantu masyarakat tidak harus diketahui banyak orang. Yang terpenting manfaatnya benar-benar dirasakan. Pak Aspin menjadi salah satu dari sekian banyak masyarakat yang merasakan langsung kepedulian beliau,” ungkap Mikson.
Bagi Aspin, perjalanan ke Jakarta bukan sekadar untuk berziarah, tetapi juga menjadi ungkapan terima kasih kepada sosok yang pernah memberikan perhatian di tengah perjuangannya mencari nafkah.
Sementara itu, langkah Rama Datau merealisasikan janji mempercantik gerobak dagangan Aspin menjadi bukti bahwa kepedulian Rachmat Gobel kepada masyarakat kecil tidak berhenti bersama kepergiannya, melainkan terus dilanjutkan oleh keluarga yang menjaga amanah tersebut. (*)










