Advertorial

PGM Kenalkan Dunia Kerja kepada 262 Siswa Pohuwato

×

PGM Kenalkan Dunia Kerja kepada 262 Siswa Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

POHUWATO, BICARAA.COM – Pani Gold Mine (PGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pohuwato melalui penyelenggaraan Program Kelas Inspirasi yang melibatkan 262 siswa dari empat sekolah di Kecamatan Buntulia.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Juli 2026 itu merupakan bagian dari Corporate Volunteer Program – Bakti Merdeka yang dijalankan PGM bekerja sama dengan Indonesia Mengajar.

Program ini juga menjadi kelanjutan dari Pengajar Merdeka Pohuwato (PMP), salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PGM di bidang pendidikan yang telah berjalan selama satu tahun.

Empat sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut yakni SDN 02 Buntulia, SDN 04 Buntulia, SDN 05 Buntulia, dan SMPN 02 Buntulia SATAP.

Melalui Kelas Inspirasi, para siswa diperkenalkan dengan berbagai profesi secara langsung oleh para relawan yang merupakan karyawan profesional dari Merdeka Copper Gold dan Pani Gold Mine.

Sebanyak 10 relawan dari berbagai bidang, seperti Human Resources, Compliance, Occupational Health and Safety (OHS), Technical Services, hingga Supply Chain Management, berbagi pengalaman mengenai dunia kerja sekaligus memotivasi siswa untuk berani meraih cita-cita.

CSR Manager Pani Gold Mine, Mahesha Lugiana, mengatakan Program Pengajar Merdeka Pohuwato telah membawa perubahan positif terhadap proses belajar mengajar di sekolah.

“Sebelum adanya program PMP, kegiatan belajar mengajar di kelas mungkin belum maksimal. Namun sekarang proses belajar menjadi jauh lebih interaktif. Kelas Inspirasi dan PMP merupakan bukti nyata kontribusi kami melalui program PPM pada pilar pendidikan,” ujarnya.

Mahesha menambahkan, komitmen perusahaan terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan melalui rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah di wilayah operasional, di antaranya SDN 09 Buntulia, SMPN 01 Buntulia, dan SMAN 01 Buntulia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, mengapresiasi kontribusi PGM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi model pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah lain.

“Kami berharap para siswa sejak dini memperoleh gambaran mengenai bidang ilmu dan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Mengusung tema “Adventure: Bhinneka Cita Tunggal Carita”, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui berbagai media edukasi seperti kartu bergambar, lembar aktivitas, helm keselamatan, alat pemadam api ringan (APAR), hingga miniatur alat berat. Pendekatan belajar sambil bermain tersebut membuat siswa lebih mudah memahami profesi di industri pertambangan, termasuk pentingnya keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan.

Selain pembelajaran di kelas, kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran karya siswa yang menampilkan hasil Program Pengajar Merdeka Pohuwato selama setahun, termasuk berbagai karya kreatif seperti batik.

Kepala SMPN 02 Buntulia SATAP, Hermanto Anunu, menyampaikan apresiasi atas dukungan PGM yang dinilai memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa.

Antusiasme peserta juga terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang siswa SDN 05 Buntulia, Sakif Mbuinga, mengaku senang dapat mengenal perlengkapan keselamatan kerja, sementara Ketua OSIS SMPN 02 Buntulia, Fadya Akuba, mengaku semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan setelah mengikuti Kelas Inspirasi.

Melalui kolaborasi antara dunia industri, pemerintah daerah, sekolah, dan para relawan, Pani Gold Mine berharap program ini terus melahirkan generasi muda Pohuwato yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)