Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM – Industri pertambangan modern tidak lagi hanya berbicara soal target produksi dan besarnya investasi.
Di balik aktivitas alat berat dan operasional tambang, ada tanggung jawab besar untuk membangun kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu tumbuh bersama perkembangan industri.
Komitmen itulah yang terus diperkuat oleh Pani Gold Mine melalui Capability Development Program (CDP).
Sebuah program pengembangan kompetensi yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat lingkar tambang untuk meningkatkan kemampuan dan meniti jenjang karier di dunia pertambangan.
Program tersebut kini dirasakan langsung manfaatnya oleh sejumlah putra daerah Pohuwato.
Abdul Fattah Qudratullah, Sony Kaluku, dan Andi Arafah menjadi contoh bagaimana peningkatan kompetensi mampu membuka peluang baru di lingkungan kerja tambang yang semakin kompetitif.
Abdul Fattah mengaku perjalanan kariernya di perusahaan tidak berlangsung secara instan.
Pemuda asal Pohuwato itu awalnya hanya bertugas sebagai pengemudi kendaraan ringan atau light vehicle.
Namun melalui proses pelatihan dan peningkatan kemampuan, ia kini dipercaya mengoperasikan HD 785, dump truck tambang berkapasitas besar yang memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung operasional perusahaan.
Menurut Fattah, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa kemauan belajar dan disiplin mampu membuka jalan untuk berkembang.
“Program ini bukan hanya meningkatkan kemampuan kerja, tetapi juga menjadi perjalanan kepercayaan bagi saya. Dari hanya seorang driver, sekarang saya dipercaya mengoperasikan unit HD 785,” ujarnya saat ditemui pada 14 Mei 2026.
Hal senada disampaikan Sony Kaluku. Ia mengaku program pengembangan yang dijalankan perusahaan memberinya pengalaman baru sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam bekerja.
“Kesempatan belajar seperti ini sangat berarti bagi saya. Saya bersyukur karena diberikan ruang untuk berkembang dan meningkatkan keterampilan,” kata Sony.
Sementara itu, Andi Arafah menilai program upskill yang dijalani bukan sekadar peningkatan kemampuan teknis, melainkan juga perubahan cara pandang terhadap masa depan.
“Upskill ini bukan cuma soal ganti unit, tapi juga mengubah masa depan,” ungkap Andi.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diterimanya membuat dirinya memahami pentingnya keselamatan kerja, efisiensi operasional, hingga kontribusi terhadap pencapaian target produksi perusahaan.
Kepercayaan mengoperasikan unit HD 785 menjadi kebanggaan tersendiri atas proses belajar yang telah dijalani.
Capability Development Program sendiri merupakan program pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan Pani Gold Mine untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat lingkar tambang di Pohuwato.
Program ini sebelumnya dikenal dengan nama Talent Development Program (TDP).
Sejak 2023 hingga 2025, program tersebut telah memasuki seri ke-11 dengan melibatkan sebanyak 222 peserta.
Total pelatihan yang diberikan mencapai 27.768 jam pelajaran, mulai dari upskill driver menjadi operator dump truck, operator alat berat, hingga pelatihan engineering dan processing trainee.
HR Manager Pani Gold Mine, Adi Firdaus, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.
“Program ini kami jalankan untuk meningkatkan kesiapan dan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu mendukung operasional perusahaan sekaligus memiliki peluang berkembang di industri pertambangan,” ujar Adi.
Menurutnya, program pengembangan kompetensi akan terus dilanjutkan sebagai langkah perusahaan menciptakan tenaga kerja lokal yang memiliki daya saing dan mampu tumbuh bersama perkembangan industri pertambangan nasional.
Ke depan, Pani Gold Mine berharap semakin banyak putra-putri daerah Pohuwato yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman kerja, dan mengambil peran strategis di sektor pertambangan. (*)
Rilis/Advertorial









