EkonomiPasar Saham

Nasdaq Siapkan Perdagangan 23 Jam Sehari, Mulai Desember 2026

×

Nasdaq Siapkan Perdagangan 23 Jam Sehari, Mulai Desember 2026

Sebarkan artikel ini
Kantor pusat korporat Nasdaq, Inc. di Kota New York, Amerika Serikat, 4 Times Square, New York, NY 1003, Gambar: (x.com)
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

BICARAA.COM– Nasdaq bersiap mengubah pola perdagangan saham Amerika Serikat dengan memperpanjang waktu operasional menjadi 23 jam sehari, lima hari dalam sepekan.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari inisiatif Global Trading Hours yang dirancang untuk memperluas akses investor global terhadap pasar saham AS.

Nasdaq menargetkan sistem perdagangan baru mulai diterapkan pada 6 Desember 2026, setelah sebelumnya regulator Amerika Serikat memberikan persetujuan terhadap proposal perpanjangan jam perdagangan.

Dengan skema baru tersebut, perdagangan akan berlangsung hampir sepanjang hari kerja.

Sistem dirancang berjalan mulai pukul 21.00 Eastern Time (ET) pada Minggu hingga pukul 20.00 ET pada Jumat, dengan jeda sekitar satu jam setiap hari untuk kebutuhan pemeliharaan dan proses teknis.

Nasdaq sebelumnya menjalankan perdagangan saham dalam beberapa sesi, yakni pre-market mulai pukul 04.00 ET, sesi reguler pukul 09.30–16.00 ET, serta perdagangan setelah pasar reguler hingga pukul 20.00 ET.

Melalui skema baru, Nasdaq akan menambahkan sesi malam sehingga perdagangan dapat berlangsung lebih panjang.

Perubahan ini menjadi respons terhadap meningkatnya kebutuhan investor internasional yang menginginkan akses lebih fleksibel ke saham-saham Amerika Serikat.

Nasdaq menilai perkembangan teknologi perdagangan dan meningkatnya partisipasi investor ritel global turut mendorong perubahan tersebut.

Bagi investor di Asia, termasuk Indonesia, perpanjangan jam perdagangan akan membuat akses terhadap saham AS semakin dekat dengan jam aktivitas pasar regional.

Investor tidak lagi harus menunggu pembukaan sesi reguler Amerika untuk melakukan transaksi ketika terdapat perkembangan penting yang terjadi di luar jam perdagangan utama.

Namun, perdagangan 23 jam tidak berarti pasar berjalan tanpa jeda sama sekali.

Nasdaq tetap menyediakan waktu penghentian operasional harian untuk kebutuhan pemrosesan sistem dan pergantian sesi. Selain itu, perdagangan tetap mengikuti kalender libur pasar Amerika Serikat.

Langkah Nasdaq juga menjadi bagian dari perubahan lebih luas dalam industri pasar modal global.

Bursa dan penyedia infrastruktur perdagangan lainnya mulai mengembangkan sistem dengan jam operasional yang lebih panjang untuk memenuhi kebutuhan investor internasional. Reuters sebelumnya melaporkan Nasdaq akan

meluncurkan sejumlah produk pendukung sebagai bagian dari rencana perluasan perdagangan saham AS menjadi 23 jam sehari.

Perubahan tersebut juga berpotensi mengubah cara investor merespons berita ekonomi dan perkembangan perusahaan.

Informasi yang muncul di luar jam perdagangan reguler dapat lebih cepat tercermin dalam harga ketika pasar kembali aktif.

Meski demikian, jam perdagangan yang lebih panjang juga membawa tantangan. Likuiditas pada sesi tertentu dapat berbeda dibandingkan jam reguler, sehingga spread, volume transaksi, dan volatilitas perlu menjadi perhatian investor.

Bagi trader Indonesia, perubahan ini menjadi perkembangan penting karena memperluas waktu akses terhadap pasar saham AS.

Dengan sistem 23/5, Nasdaq semakin mendekati konsep pasar global yang dapat diakses hampir sepanjang waktu pada hari kerja.

Nasdaq sendiri menyebut inisiatif Global Trading Hours sebagai upaya menyesuaikan pasar dengan dunia yang semakin terkoneksi, sekaligus memperluas akses terhadap saham dan produk yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat. (*)