Pohuwato

FOKAL Ajak Buruh Pohuwato Rayakan May Day Damai Demi Jaga Ekonomi

×

FOKAL Ajak Buruh Pohuwato Rayakan May Day Damai Demi Jaga Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


POHUWATO, BICARAA.COM– Forum Komunikasi Pekerja Lokal (FOKAL) Pohuwato mengajak seluruh buruh memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei dengan cara damai, tertib, dan tetap mengedepankan stabilitas daerah.

Ajakan ini disampaikan sebagai upaya menjaga keberlangsungan ekonomi lokal yang sangat bergantung pada iklim investasi yang kondusif.

Ketua FOKAL Pohuwato, Ikel Samarang, menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

Namun demikian, ia mengingatkan dalam praktiknya, penyampaian aspirasi harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.

Menurut Ikel, peringatan May Day seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momentum untuk menyuarakan tuntutan, tetapi juga sebagai refleksi bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara perjuangan hak buruh dan keberlangsungan ekonomi daerah.

Ia menilai, pendekatan yang konstruktif akan memberikan dampak yang lebih positif dibandingkan aksi yang berpotensi menimbulkan ketegangan.

“Buruh punya hak untuk bersuara, itu tidak bisa dibantah. Tapi cara menyampaikannya harus bijak. Stabilitas daerah adalah kunci agar ekonomi tetap berjalan dan lapangan kerja tidak terganggu,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi keamanan dan ketertiban yang terjaga akan memberikan rasa aman bagi para investor. Hal ini penting, mengingat keberadaan investasi di Pohuwato, khususnya di sektor pertambangan, memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Sebagai pekerja di sektor pertambangan, Ikel menyoroti peran proyek Pani Gold Mine sebagai salah satu penggerak utama ekonomi di wilayah tersebut.

Ia menyebut, kehadiran industri ini telah membuka peluang kerja yang cukup luas bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga pekerja.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa aksi yang tidak terkendali atau keluar dari jalur hukum justru bisa menjadi bumerang bagi buruh itu sendiri.

Ketidaktertiban dalam aksi berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kelangsungan operasional perusahaan.

“Kalau investor merasa tidak aman, dampaknya bisa panjang. Aktivitas industri terganggu, dan yang paling merasakan adalah para pekerja. Ini yang harus dipahami bersama,” tegasnya.

Oleh karena itu, FOKAL mengajak seluruh elemen buruh di Pohuwato untuk mengemas aspirasi secara lebih konstruktif dan solutif.

Ikel menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa harus mengorbankan stabilitas daerah.

Ia juga menilai bahwa semangat solidaritas buruh tetap dapat ditunjukkan tanpa harus menimbulkan konflik di lapangan.

Menurutnya, aksi damai yang tertib justru akan memperkuat posisi buruh sebagai kelompok yang kritis namun tetap bertanggung jawab.

“May Day adalah momentum penting bagi buruh. Kita ingin suara pekerja tetap didengar, tapi juga ingin daerah ini tetap aman dan ekonomi terus berjalan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ikel mengajak seluruh buruh untuk menjadikan peringatan Hari Buruh tahun ini sebagai momentum kebersamaan dalam menjaga keseimbangan antara perjuangan hak dan tanggung jawab sosial.

“Aspirasi harus tetap disuarakan dengan tegas, tapi dalam suasana damai. Karena pada akhirnya, kesejahteraan buruh juga sangat bergantung pada stabilitas daerah itu sendiri,” tutupnya. (*)