Gorontalo

Dekan Hukum UNIPO Tegaskan Aksi Mahasiswa Hanya Akibat Miskomunikasi Internal

×

Dekan Hukum UNIPO Tegaskan Aksi Mahasiswa Hanya Akibat Miskomunikasi Internal

Sebarkan artikel ini

Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


POHUWATO, BICARAA.COM– Dekan Fakultas Hukum Universitas Pohuwato, Irwan, SH., MH., angkat bicara terkait aksi yang dilakukan oleh seorang mahasiswa fakultas hukum yang sempat menjadi perhatian di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi bukan karena adanya niat buruk, melainkan dipicu oleh miskomunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus.

Irwan menjelaskan bahwa rektor yang dimaksud dalam polemik tersebut sejatinya bukanlah sosok yang asing bagi mahasiswa.

“Rektor adalah orang tua kita di kampus. Tidak mungkin ada niat untuk merugikan mahasiswa. Justru semua kebijakan yang diambil selalu mengarah pada kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan kejadian seperti ini sangat disayangkan terjadi di lingkungan akademik yang menjunjung tinggi etika.

Menurutnya, Universitas Pohuwato telah memiliki pedoman yang jelas terkait tata tertib mahasiswa.

“Semua sudah diatur dalam statuta. Mahasiswa wajib menjaga kode etik, baik dalam bertingkah laku maupun dalam menyampaikan aspirasi,” tegas Irwan.

Irwan juga menekankan mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab lebih dalam menjaga sikap.

“Mahasiswa hukum tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka harus menjadi contoh dalam etika, sopan santun, dan cara berkomunikasi. Kritik itu boleh, bahkan perlu, tapi harus disampaikan dengan cara yang benar dan beradab,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan ilmu yang dimiliki mahasiswa tidak akan memberikan manfaat jika tidak diimplementasikan dengan baik.

“Percuma kita punya pengetahuan hukum yang tinggi, kalau tidak dijalankan sesuai pedoman dan norma yang berlaku. Di situlah pentingnya integritas,” tambahnya.

Pihak fakultas, kata Irwan, telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui klarifikasi.

Proses ini melibatkan mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, serta dikoordinasikan dengan pimpinan rektorat.

“Kami tidak ingin masalah ini melebar. Maka kami lakukan pendekatan persuasif dan kekeluargaan agar semuanya jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lanjutan,” jelasnya.

Ia memastikan permasalahan tersebut kini telah selesai.

“Alhamdulillah ini murni miskomunikasi, dan sudah kami selesaikan dengan baik. Semua pihak sudah memahami duduk persoalannya, dan tidak ada lagi konflik,” ungkap Irwan.

Ke depan, Fakultas Hukum akan memperkuat pembinaan terhadap mahasiswa, khususnya dalam hal kode etik dan karakter.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Pembinaan tidak boleh berhenti. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat,” tegasnya lagi.

Irwan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama bagi seluruh mahasiswa.

“Kami mengajak semua mahasiswa untuk tetap kritis, tapi juga bijak. Kampus adalah ruang belajar, bukan ruang konflik. Mari kita jaga nama baik institusi dan menjunjung  tinggi nilai-nilai akademik,” tutupnya. (*)