Nasional

May Day 2026 di Monas, Buruh Nyanyikan Internasionale

×

May Day 2026 di Monas, Buruh Nyanyikan Internasionale

Sebarkan artikel ini

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


BICARAA.COM, JAKARTA – Lagu perjuangan buruh dunia, Internasionale, kembali berkumandang dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan (Monas), Rabu (01/05/2026).

Ribuan buruh dari berbagai organisasi memadati lokasi, membawa spanduk tuntutan serta menyuarakan hak-hak pekerja.

Perayaan tahun ini turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyapa massa buruh dan mendengarkan sejumlah aspirasi yang disampaikan para pimpinan serikat pekerja.

Lagu Internasionale sendiri memiliki sejarah panjang sebagai simbol perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia.

Lagu ini pertama kali ditulis oleh Eugène Pottier pada tahun 1871, pasca peristiwa Komune Paris. Kemudian digubah menjadi lagu oleh Pierre De Geyter pada 1888.

Sejak saat itu, Internasionale menjadi lagu pemersatu gerakan buruh internasional, mencerminkan semangat solidaritas, perlawanan terhadap penindasan, dan perjuangan untuk keadilan sosial.

Dalam aksi tersebut, sejumlah organisasi buruh besar Indonesia turut hadir, di antaranya (KSPI), (KPBI), serta berbagai federasi dan serikat lainnya.

Ketua Umum KPBI, , dalam orasinya menyoroti persoalan serius yang dihadapi buruh perempuan, khususnya ibu pekerja di sektor industri.

Ia menegaskan banyak ibu pekerja mengalami kesulitan dalam mengasuh anak karena minimnya fasilitas pendukung di tempat kerja.

“Banyak ibu buruh harus memilih antara bekerja atau mengasuh anak. Ini kondisi yang tidak adil. Negara dan perusahaan harus hadir memberikan solusi nyata,” tegas Ilhamsyah di hadapan massa aksi.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah mendorong kebijakan penyediaan fasilitas daycare atau tempat penitipan anak di kawasan industri maupun perusahaan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu ibu pekerja tetap produktif tanpa mengabaikan peran pengasuhan.

Menanggapi hal itu, Presiden menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Ia menyebut bahwa pemerintah akan mengkaji kebijakan yang mendukung kesejahteraan buruh, termasuk perlindungan terhadap pekerja perempuan.

“Kita akan pelajari dan cari solusi terbaik. Negara harus hadir untuk memastikan buruh, termasuk ibu pekerja, mendapatkan perlindungan dan fasilitas yang layak,” ujar Prabowo.

Peringatan May Day 2026 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum konsolidasi dan penyampaian tuntutan buruh kepada pemerintah.

Dengan semangat Internasionale yang kembali menggema, buruh Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak, keadilan, dan kesejahteraan di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompleks. (*)