Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menegaskan pentingnya sinergi seluruh kepala daerah dalam mendorong pengembangan kawasan industri di Kabupaten Gorontalo Utara.
Kawasan yang berpusat di sekitar Pelabuhan Anggrek ini dinilai memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi baru di daerah.
Menurut Mikson, posisi strategis Pelabuhan Anggrek membuka peluang besar dalam memperkuat arus logistik, distribusi barang, hingga ekspor dan impor komoditas unggulan Gorontalo.
Ia menyebut, kawasan ini harus didukung bersama agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu wilayah, tetapi seluruh daerah di Provinsi Gorontalo.
“Kawasan industri ini adalah kepentingan bersama. Semua kepala daerah harus ikut mendukung agar pengembangannya berjalan maksimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Mikson.
Ia menambahkan, penguatan kawasan industri harus terintegrasi dengan sektor unggulan seperti perikanan dan pertanian yang menjadi kekuatan utama Gorontalo.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, produk lokal diyakini mampu menembus pasar luar daerah hingga mancanegara.
“Gorontalo punya potensi besar di sektor perikanan dan pertanian. Kalau didukung dengan pelabuhan yang kuat, distribusi ekspor ikan dan komoditas pertanian ke luar daerah bahkan ke luar negeri akan jauh lebih mudah,” jelasnya.
Mikson juga menyoroti peran pelabuhan milik PT AGIT yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas ekspor-impor di Gorontalo.
Keberadaan pelabuhan ini dinilai akan mempercepat arus perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.
“Pelabuhan PT AGIT ini sangat strategis. Ke depan, ini bisa menjadi pintu utama ekspor-impor Gorontalo, termasuk untuk pengiriman ikan dari Gorontalo ke mancanegara dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Ini peluang besar yang harus kita dukung bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mikson menjelaskan dukungan kepala daerah menjadi krusial karena pengembangan kawasan industri tidak hanya bergantung pada infrastruktur utama.
Tetapi juga pada kesiapan wilayah penyangga seperti akses jalan, distribusi bahan baku, dan stabilitas pasokan komoditas.
“Kalau kepala daerah tidak bergerak bersama, maka rantai pasoknya akan timpang. Industri butuh dukungan dari hulu sampai hilir, dan itu ada di wilayah masing-masing daerah,” ungkapnya.
Ia menilai, peran pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan kesiapan sektor produksi, khususnya perikanan dan pertanian, agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Kita tidak bisa bicara ekspor kalau produksi kita tidak siap. Di sinilah peran kepala daerah untuk memastikan petani dan nelayan kita didukung penuh, baik dari sisi produksi maupun distribusi,” katanya.
Selain itu, dukungan kepala daerah juga dibutuhkan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Menurut Mikson, investor akan melihat keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kawasan industri sebelum menanamkan modalnya.
“Investor itu melihat keseriusan daerah. Kalau semua kepala daerah kompak, maka kepercayaan investor akan meningkat dan pembangunan kawasan industri bisa lebih cepat,” jelasnya.
Mikson juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam memperluas jaringan distribusi dan pasar.
Dengan kerja sama yang solid, produk Gorontalo diyakini mampu menembus pasar nasional hingga internasional secara lebih kompetitif.
“Ini bukan soal wilayah, tapi soal bagaimana kita membangun kekuatan bersama. Kalau semua daerah mendukung, maka Gorontalo bisa menjadi pemain besar dalam sektor ekspor,” tegasnya.
Ia pun berharap seluruh kepala daerah dapat melihat kawasan industri Gorontalo Utara sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar proyek pembangunan semata.
“Kalau ini kita kawal bersama, dampaknya akan langsung ke masyarakat. Ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan meningkat,” tutup Mikson. (*)










