DPRD Gorontalo

Mikson Kritik Keras Pemprov Soal Cold Storage Mangkrak di Gorontalo

×

Mikson Kritik Keras Pemprov Soal Cold Storage Mangkrak di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Mikson Yapanto, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Foto: (Istimewa)

Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


GORONTALO, BICARAA.COM– Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menyoroti serius kondisi aset Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo berupa cold storage yang tidak lagi beroperasi di sejumlah wilayah.

Tidak hanya di PPI Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo, fasilitas serupa juga ditemukan mangkrak di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo.

Menurut Mikson, kondisi ini sangat memprihatinkan karena cold storage merupakan fasilitas penting dalam mendukung aktivitas perikanan, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha di daerah pesisir.

Ia menilai, keberadaan aset yang tidak difungsikan justru menjadi hambatan dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

“Ini bukan hanya terjadi di PPI Tenda, tapi juga di beberapa kabupaten dan kota. Banyak cold storage yang tidak beroperasi, padahal sangat dibutuhkan,” ujar Mikson.

Ia menegaskan, cold storage memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan harga ikan serta kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan ke konsumen.

“Cold storage ini sangat dibutuhkan. Selain menjaga kualitas ikan, juga bisa membantu menstabilkan harga di tingkat nelayan,” tegasnya.

Mikson meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan tersebut, terutama dengan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan fasilitas yang sudah ada.

“Kami mendorong Pemprov agar segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki cold storage, khususnya di PPI Tenda dan daerah lainnya. Jangan dibiarkan terus terbengkalai,” katanya.

Lebih lanjut, ia membuka peluang adanya kerja sama dengan pihak ketiga sebagai solusi untuk menghidupkan kembali cold storage yang mangkrak.

Menurutnya, langkah ini bisa menjadi alternatif jika pemerintah mengalami keterbatasan anggaran.

“Kalau memang terkendala anggaran, kami mendorong agar bisa melibatkan pihak ketiga. Yang penting fasilitas ini bisa kembali berfungsi,” ujarnya.

Ia menilai, keterlibatan pihak swasta dapat mempercepat pemulihan operasional cold storage sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Namun demikian, kerja sama tersebut tetap harus diawasi secara ketat agar tidak merugikan daerah.

“Kita harus terbuka dengan skema kerja sama, tapi tetap harus ada pengawasan agar aset daerah tidak disalahgunakan,” jelas Mikson.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pengelolaan fasilitas perikanan ke depan.

Pembangunan tanpa perawatan hanya akan menimbulkan pemborosan anggaran.

“Jangan sampai kita bangun, tapi tidak dirawat. Ini yang harus jadi evaluasi bersama,” tambahnya.

Mikson berharap, dengan langkah konkret dari pemerintah daerah, seluruh cold storage di Gorontalo dapat segera difungsikan kembali dan memberikan manfaat langsung bagi nelayan serta pelaku usaha perikanan.

“Ini menyangkut kesejahteraan nelayan. Kalau fasilitas ini aktif kembali, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi masyarakat pesisir,” tutupnya. (*)