Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Sedikitnya 51 orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dihantam serangan udara yang dikaitkan dengan Israel.
Informasi awal dari media pemerintah Iran menyebut para korban mayoritas merupakan warga sipil, termasuk pelajar dan tenaga pendidik.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Lokasi yang menjadi sasaran disebut sebagai fasilitas pendidikan aktif dan bukan bagian dari instalasi militer.
Koresponden Al Jazeera di Teheran, Mohammed Vall, melaporkan angka korban terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Ia menyebut laporan terbaru menunjukkan jumlah korban tewas telah melampaui 40 orang, bahkan berpotensi bertambah karena banyak korban luka dalam kondisi kritis.
Menurut Vall, serangan terhadap sekolah tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait klaim bahwa operasi militer hanya menyasar target militer.
Jika benar fasilitas pendidikan menjadi sasaran, maka hal itu dinilai bertentangan dengan pernyataan resmi yang menyebut serangan difokuskan pada instalasi strategis dan bukan masyarakat sipil.
Data berbeda disampaikan otoritas kesehatan setempat. Kepala Ilmu Kedokteran Hormozgan menyebut jumlah korban jiwa bisa mencapai 70 orang, dengan lebih dari 90 lainnya mengalami luka-luka.
Informasi tersebut dikutip kantor berita semi-resmi Fars News Agency yang melaporkan dampak serangan tidak hanya terjadi di Minab, tetapi juga di Kota Jask, yang berada di provinsi yang sama.
Rumah sakit di wilayah selatan Iran dilaporkan kewalahan menerima korban, sementara keluarga siswa dan guru berdatangan untuk mencari informasi.
Aparat keamanan memperketat penjagaan di sejumlah titik guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden tersebut dan menilai serangan terhadap sekolah sebagai pelanggaran hukum internasional.
Otoritas setempat menegaskan bahwa fasilitas pendidikan termasuk objek sipil yang dilindungi dan tidak boleh menjadi target operasi militer dalam kondisi apa pun.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait laporan yang menyebut sekolah dasar di Minab menjadi sasaran serangan.
Situasi di Hormozgan masih dilaporkan tegang, dengan proses identifikasi korban terus berjalan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut, sekaligus memicu sorotan internasional terhadap dampak serangan militer terhadap masyarakat sipil, khususnya anak-anak. (*)










