Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, merupakan salah satu momen paling dinantikan oleh umat Muslim selama bulan Ramadan.
Malam ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an dan saat doa-doa mustajab.
Namun, kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi? Ulama dan hadits Nabi Muhammad SAW memberikan beberapa petunjuk mengenai tanda-tandanya.
Salah satu tanda utama Lailatul Qadar adalah suasana malam yang tenang dan damai.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas maupun dingin, dan keesokan harinya matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan kemerah-merahan.”
Ini menunjukkan bahwa malam tersebut memiliki keunikan tersendiri dalam hal cuaca dan suasana.
Selain itu, tanda lain yang sering disebutkan adalah turunnya malaikat ke bumi dengan membawa ketenangan dan kedamaian.
Dalam Surat Al-Qadr, Allah SWT berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5).
Ulama juga menyebutkan bahwa orang yang beribadah pada Lailatul Qadar akan merasakan ketenangan hati dan kebahagiaan spiritual yang luar biasa.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan malam Lailatur Qadar adalah waktu yang paling tepat untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Meskipun tanggal pasti Lailatul Qadar tidak disebutkan, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”
Dengan memahami tanda-tanda ini, umat Muslim diharapkan dapat lebih bersemangat dalam beribadah dan meraih keberkahan malam yang penuh kemuliaan, Lailatur Qadar. (*)