DPRD GorontaloGorontalo

Perjuangan Komisi II Berbuah Hasil, SPHP Jagung Gorontalo 1.124 Ton Disetujui

×

Perjuangan Komisi II Berbuah Hasil, SPHP Jagung Gorontalo 1.124 Ton Disetujui

Sebarkan artikel ini
Nikmati Update  Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini

GORONTALO, BICARAA.COM– Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menyampaikan kabar baik bagi sektor pertanian setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan izin Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung untuk Perum Bulog Provinsi Gorontalo dengan alokasi sebanyak 1.124 ton.

Izin tersebut menjadi salah satu perkembangan yang diperjuangkan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo dalam mendorong dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu hasil unggulan daerah.

Mikson mengungkapkan, persetujuan dari Bapanas tersebut telah diterima dengan harga tebus jagung di gudang Bulog sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Alhamdulillah, izin SPHP jagung Bulog Provinsi Gorontalo sudah turun dari Bapanas dengan alokasi 1.124 ton. Harga tebus di gudang Bulog Rp5.500,” ungkap Mikson, Selasa (20/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas terbitnya izin tersebut dan menegaskan bahwa hasil itu tidak terlepas dari perjuangan Komisi II dalam mendorong kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian di Gorontalo.

“Alhamdulillah, berkat perjuangan Komisi II sudah keluar,” ujarnya.

Menurut Mikson, persetujuan alokasi SPHP jagung tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pengelolaan komoditas pertanian di daerah.

Karena itu, pelaksanaan program perlu mendapat perhatian agar kebijakan yang telah disetujui dapat berjalan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan, perhatian terhadap sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jagung, tetapi juga dukungan terhadap proses produksi.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan benih untuk menunjang kegiatan tanam petani.

Dalam keterangannya, Mikson turut menyampaikan bahwa pada tahun ini Gorontalo memperoleh dukungan benih jagung untuk lahan seluas 97.000 hektare.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat benih jagung 97 ribu hektare,” kata Mikson.

Alokasi benih tersebut menjadi kabar baik bagi pengembangan pertanian jagung di Gorontalo.

Ketersediaan benih dalam cakupan lahan yang luas diharapkan dapat mendukung kegiatan budidaya, meskipun pelaksanaannya tetap membutuhkan pengelolaan dan distribusi yang tepat.

Mikson menilai, dukungan terhadap sektor pertanian perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengelolaan hasil panen.

Dengan demikian, berbagai program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sebagai Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, ia juga menaruh perhatian terhadap upaya memperkuat sektor pertanian melalui koordinasi dan pengawasan terhadap program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Terbitnya izin SPHP jagung dengan alokasi 1.124 ton serta dukungan benih untuk 97.000 hektare menjadi dua hal yang disoroti dalam perkembangan sektor pertanian Gorontalo tahun ini.

Ke depan, pelaksanaan program tersebut perlu dikawal agar penyaluran dan pemanfaatannya berjalan sesuai peruntukan. Dengan dukungan kebijakan dan sarana produksi yang memadai, sektor pertanian jagung diharapkan terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. (*)