Gorontalo

Gobel Dorong Pertanian Desa Jadi Kekuatan Ekonomi Gorontalo Masa Depan

×

Gobel Dorong Pertanian Desa Jadi Kekuatan Ekonomi Gorontalo Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Rachmat Gobel Saat Berkunjung di Desa Tilihua, Kabupaten Gorontalo, Salah Satu Demplot Percontohan Pertanian Kacang Terpadu di Gorontalo, Gambar: (bicaraa.com)

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


GORONTALO, BICARAA.COM – Anggota DPR RI asal Gorontalo, Rachmat Gobel, menegaskan sektor pertanian harus menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pembangunan ekonomi Gorontalo tidak bisa dilepaskan dari penguatan desa sebagai pusat produksi pangan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menilai, potensi pertanian yang dimiliki daerah harus dikelola secara serius agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Pertanian harus dibangun mulai dari desa. Kalau desa kuat, maka ekonomi daerah juga akan kuat,” ujar Gobel.

Mantan Menteri Perdagangan itu juga mengungkapkan saat dirinya menjabat sebagai menteri, ia termasuk figur yang mendorong penghentian impor beras dan lebih memilih memperkuat produksi pangan dalam negeri.

Kebijakan tersebut, kata dia, dilakukan agar petani lokal memiliki ruang tumbuh dan hasil pertanian bisa terserap maksimal.

Ia menilai, Gorontalo memiliki sumber daya alam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri.

Karena itu pemerintah daerah bersama masyarakat perlu fokus pada peningkatan produksi pertanian, pembangunan irigasi, penguatan kelompok tani, hingga penyediaan akses pasar yang lebih baik bagi petani.

Gobel menambahkan, percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya terpusat di perkotaan.

Desa, kata dia, harus menjadi titik awal pergerakan ekonomi masyarakat karena sebagian besar warga Gorontalo menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Gobel juga menyinggung pentingnya penguatan program KDMP sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis rakyat.

Program tersebut dinilai mampu mendorong produktivitas masyarakat desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Ekonomi kerakyatan harus bergerak dari bawah. Ketika masyarakat desa diberdayakan, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, dapat bersama-sama memperkuat sektor pertanian dan ekonomi desa.

Dengan begitu, Gorontalo tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga bisa menjadi daerah penyangga pangan di kawasan timur Indonesia.

Menurut Gobel, masa depan ekonomi Gorontalo sangat bergantung pada keberanian untuk membangun sektor yang dekat dengan rakyat.

Karena itu, pertanian dan desa harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah ke depan. (*)