HumanitarianInternational

Penuh Konflik Dalam Sidang PBB, Palestina Akhirnya Dapatkan Kemerdekaan Sebagai Negara Berdaulat

×

Penuh Konflik Dalam Sidang PBB, Palestina Akhirnya Dapatkan Kemerdekaan Sebagai Negara Berdaulat

Sebarkan artikel ini
Sumber Gambar: Tim Redaksi Bicaraa.com

BICARAA.COM, INTERNATIONAL-Mayoritas negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan dukungan mereka terhadap resolusi yang bertujuan untuk memperluas hak-hak Palestina di PBB.

Dalam sidang Majelis Umum PBB, resolusi tersebut mendapatkan dukungan dari 143 negara, dengan hanya sembilan negara yang menolak, sementara 25 negara memilih untuk abstain.

Resolusi yang disahkan di Majelis Umum PBB ini bertujuan untuk memberikan Palestina lebih banyak hak dan keistimewaan di PBB.

Saat ini, Palestina merupakan negara pengamat non-anggota, tetapi mereka telah berjuang untuk mendapatkan keanggotaan penuh dalam badan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Upaya Palestina untuk memperoleh keanggotaan penuh sebelumnya telah digagalkan oleh veto Amerika Serikat bulan lalu.

Namun, Majelis Umum PBB menggelar sesi darurat guna membahas rancangan resolusi ini, yang meskipun belum memberikan keanggotaan penuh kepada Palestina, namun memberikan mereka lebih banyak hak dan keistimewaan di PBB.

Salah satunya adalah hak untuk bergabung dengan berbagai organisasi dan badan PBB yang sebelumnya tidak mereka miliki.

Resolusi tersebut juga memberikan Palestina kesempatan untuk mengajukan proposal dan amandemen langsung ke Majelis Umum PBB, tanpa harus melalui negara anggota lain, seperti yang biasanya terjadi.

dilansir dari Alzajeera.com, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik dukungan yang diberikan oleh negara-negara anggota PBB tersebut.

Ia menyatakan bahwa Palestina akan terus memperjuangkan keanggotaan penuh di PBB setelah pemungutan suara di Majelis Umum.

“Suara Anda hari ini tentu saja mencerminkan solidaritas Anda terhadap Palestina dan juga tentang siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan. Hal ini penting dan saya tahu sebagian besar dari Anda akan kembali berdiri bersama rakyat Palestina pada saat mereka membutuhkan dan Anda akan membela perdamaian yang adil dan abadi demi kepentingan semua orang,” ujarnya.

Mahmoud juga menekankan bahwa pengesahan resolusi ini menunjukkan dukungan dunia terhadap hak dan kebebasan rakyat Palestina, serta penolakan terhadap penjajahan Israel.

“Anda (yang mendukung resolusi) dan negara Anda di tahun-tahun mendatang akan bangga telah membela kebebasan, keadilan dan perdamaian di saat-saat paling kelam ini. Seperti yang dikatakan semua orang, ‘Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina, dan damai untuk semua,” pungkasnya.

Walaupun Demikian Amerika Serikat menyuarakan keberatan terhadap resolusi yang memperluas hak Palestina di PBB.

Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengkritik pemungutan suara tersebut, menyebutnya sebagai tindakan “sepihak” yang tidak akan memajukan solusi dua negara.

AS mengingatkan bahwa kenegaraan Palestina hanya akan terwujud melalui proses perundingan langsung antara kedua belah pihak.

“Suara kami tidak mencerminkan penolakan terhadap negara Palestina. Kami sangat jelas mendukungnya dan berupaya memajukannya secara bermakna. Sebaliknya, ini merupakan pengakuan bahwa kenegaraan hanya akan terwujud melalui proses yang melibatkan perundingan langsung antara para pihak,” ujarnya. (*)