GorontaloPohuwato

Karena Abrasi, Warga Pohuwato Keluhkan Kehilangan Luas Lahan Untuk Berkebun

×

Karena Abrasi, Warga Pohuwato Keluhkan Kehilangan Luas Lahan Untuk Berkebun

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

BICARAA.COM, POHUWATO– Saipul Salim (57), warga Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menjadi salah satu dari banyak warga yang mengeluhkan dampak abrasi di Sungai Taluduyunu.

Ia menyatakan keprihatinannya karena luas lahan miliknya yang berada di sekitar sungai semakin berkurang akibat abrasi yang terus berlangsung.

Dijelaskan Saipul, luas lahan miliknya yang dulunya mencapai 1.0000 kali 5.0000 meter kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 2.000 kali 700 meter.

Abrasi sungai telah menggerus tepian sungai dan merusak sebagian besar lahan pertaniannya, meninggalkan ia dan banyak warga lainnya dalam kesulitan ekonomi.

“Dulu lahan saya cukup luas, namun sekarang semakin berkurang karena abrasi sungai. Ini sangat mengkhawatirkan karena lahan pertanian adalah sumber penghasilan utama bagi kami,” ungkap Saipul dengan nada prihatin.

Tanggapan yang serupa juga datang dari petani jagung, Jefri Botutihe (43), yang merasakan langsung dampak abrasi terhadap aktivitas pertanian mereka.

Menurut Jefri, sungai yang semakin melebar karena abrasi telah mengganggu pola tanam dan mengurangi hasil panen para petani jagung.

“Kami merasakan dampaknya secara langsung dalam aktivitas pertanian kami. Tanah yang tergerus abrasi tidak lagi bisa digunakan untuk menanam, sehingga mengurangi produksi jagung kami,” pungkasnya.

Bahkan ungkap Jefri, kondisi abrasi yang terus berlangsung di Sungai Taluduyunu tidak hanya berdampak pada warga yang berada di sekitarnya, tetapi juga mengancam ekosistem sungai secara keseluruhan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan