Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM – Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada 195 siswa dan mahasiswa dari 15 desa binaan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang mulai dijalankan pada 2026.
BJA Group yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Bayan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL) mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp 360 juta per tahun.
Bantuan tersebut diberikan kepada pelajar dan mahasiswa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Popayato, Popayato Timur, Lemito, dan Wanggarasi.
Direktur BJA Group, Zunaidi, menjelaskan program beasiswa ini bertujuan membantu anak-anak yang mengalami keterbatasan biaya pendidikan agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Setiap desa binaan mendapatkan kuota 13 penerima beasiswa, terdiri dari enam siswa tingkat SD, tiga siswa SMP, tiga siswa SMA, dan satu mahasiswa.
“Jika dikalikan 15 desa binaan, total penerima beasiswa mencapai 195 anak. Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap dunia pendidikan,” ujar Zunaidi saat penyerahan beasiswa, Rabu (7/1/2026).
Ia menyampaikan, program beasiswa ini merupakan program perdana yang dilaksanakan BJA Group.
Ke depan, program tersebut akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan seiring perkembangan perusahaan dan dukungan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Selain beasiswa, BJA Group juga menyalurkan bantuan sosial kepada anak yatim dan piatu di desa binaan.
Santunan diberikan secara rutin setiap tiga bulan kepada 10 anak di masing-masing desa.
Dengan demikian, setiap periode penyaluran terdapat 150 paket bantuan untuk 15 desa binaan.
“Paket santunan yang kami berikan berupa beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, dan gula satu kilogram,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pendidikan dan bantuan sosial, BJA Group juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi desa.
Perusahaan rutin melaksanakan safari Ramadan serta merancang program peningkatan pendapatan masyarakat desa binaan yang mulai direalisasikan pada 2026.
BJA Group juga telah membentuk koperasi plasma dan melakukan pendataan petani plasma dari masing-masing desa.
Data tersebut akan diverifikasi oleh tim yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Perusahaan menargetkan pembagian hasil plasma dapat dilakukan pada akhir 2027 setelah panen tanaman gamal, dengan mengacu pada ketentuan nilai optimum produksi.
Zunaidi berharap, seluruh program CSR yang dijalankan dapat berjalan seiring dengan kelancaran operasional perusahaan.
Ia juga menyampaikan harapan agar BJA Group terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Semoga perusahaan diberikan kelancaran dalam operasional, semakin maju dan berkembang, serta benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat di desa binaan,” ujarnya.
Penyerahan beasiswa BJA Group dilaksanakan di Pelabuhan Lalape, Desa Trikora, Kecamatan Popayato, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, guru pendamping, serta ratusan siswa dan mahasiswa penerima beasiswa. (*)
Rilis/Advertorial











