BICARAA.COM – Dilansir dari Wikipedia, separatisme merupakan suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan suatu wilayah atau kelompok manusia dari satu sama lain.
Istilah ini biasanya tidak diterima para kelompok separatis sendiri karena mereka menganggapnya kasar, dan memilih istilah yang lebih netral seperti determinasi diri.
Separatisme Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989:820) separatisme adalah paham yang mencari keuntungan denan pemecahbelahan di suatu golongan (bangsa).
Separatisme adalah upaya untuk memisahkan diri dari suatu negara atau kelompok yang tentunya akan menimbulkan pemecahan.
Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata.
Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer.
Melansir detikcom, Apa itu separatisme? Separatisme adalah upaya untuk memisahkan diri dari suatu negara atau kelompok yang tentunya akan menimbulkan pemecahan.
Separatisme disebabkan oleh berbagai alasan seperti pengalaman buruk yang dimiliki seseorang atau kelompok tersebut.
Secara umum, separatisme erat kaitannya dengan ancaman negara karena gerakan ini berupaya memecahkan masyarakat dengan persoalan politik, agama, budaya, serta status ekonomi.
Banyak juga yang memiliki motif lain yang tentunya akan berakibat buruk jika terus dilanjutkan, salah satunya yaitu kekerasan dan kemarahan pada pemerintah.
Diunggah dari laman bakai.uma.ac.id, separatisme adalah gerakan yang dilakukan oleh orang, kelompok, atau golongan untuk membuat negara sendiri.
Tujuan dari separatisme yaitu untuk mendapatkan kedaulatan sendiri di suatu wilayah atau bahkan negara baru.
Dikutip dari e-paper repository.unmuhjember.ac.id, separatisme difokuskan untuk tindakan seseorang atau kelompok yang berada dalam satu kesatuan dengan maksud berdiri sendiri sebagai negara atau bangsa.
Salah satu penyebab separatisme di Indonesia adalah krisis ekonomi. Ekonomi yang lemah mengakibatkan bertambahnya perilaku kejahatan yang bisa terjadi di mana pun. (*)






