Politik

Filosofi Sang Ayah, dan Mimpi Besar di Balik PENAS 2026

×

Filosofi Sang Ayah, dan Mimpi Besar di Balik PENAS 2026

Sebarkan artikel ini

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


GORONTALO, BICARAA.COM – Ketika banyak tokoh datang ke Gorontalo karena jabatan atau kepentingan politik, Rachmat Gobel memiliki alasan yang berbeda.

Baginya, Gorontalo bukan sekadar daerah pemilihan atau tempat kelahirannya. Gorontalo adalah tanah leluhur yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarganya selama puluhan tahun.

Hubungan itu bahkan telah terjalin sejak dirinya masih kecil. Putra almarhum Thayeb Mohammad Gobel itu kerap diajak pulang ke Gorontalo untuk mengenal kampung halaman keluarga.

Dari perjalanan itu, tumbuh kedekatan emosional yang hingga kini masih melekat kuat.

Nama keluarga Gobel sendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah industri nasional.

Sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel, dikenal sebagai pelopor industri elektronik Indonesia dan pendiri Gobel Group. Namun di balik kesuksesan bisnis, terdapat pesan sederhana yang terus diwariskan: pembangunan tidak boleh meninggalkan akar daerah dan masyarakat.

Salah satu pesan penting almarhum Thayeb Mohammad Gobel adalah agar generasi penerus tidak hanya berfokus pada industri besar, tetapi juga memperhatikan sektor dasar masyarakat.

“Orang tua saya berpesan, jangan hanya mengembangkan elektronik, tapi bangun juga pertanian di Gorontalo,” ungkap Rachmat Gobel dalam salah satu kesempatan.

Filosofi itu kemudian menjadi dasar cara pandang Rachmat Gobel dalam membangun Gorontalo, ekonomi harus bertumpu pada rakyat, desa, dan sektor produktif seperti pertanian dan UMKM.

Membangun Gorontalo dengan Cara yang Berbeda

Selama menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel dikenal aktif mendorong berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Fokusnya tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada pendidikan, pertanian, UMKM, perikanan, hingga penguatan sumber daya manusia.

Dalam pandangannya, Gorontalo tidak boleh bergantung pada bantuan pusat. Daerah harus tumbuh dari kekuatan sendiri, terutama melalui ekonomi kerakyatan.

Hal ini sejalan dengan berbagai langkah Gobel yang mendorong penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Gorontalo.

Ia menilai UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam berbagai kesempatan, Gobel juga terlihat aktif mendorong kolaborasi perbankan dan lembaga pembiayaan untuk memperkuat UMKM desa.

“Sudah saatnya kita bekerja sama membangun sinergi agar ekonomi desa dan UMKM bisa tumbuh lebih kuat,” kata Gobel dalam salah satu agenda penguatan UMKM di Gorontalo.

Ia juga menekankan bahwa UMKM Gorontalo memiliki potensi besar, mulai dari produk olahan pertanian, kuliner lokal, hingga kain tenun Karawo yang bisa menembus pasar nasional bahkan global.

PENAS 2026 dan Mimpi Memperkenalkan Gorontalo

Kecintaan Rachmat Gobel terhadap Gorontalo kembali terlihat menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan 2026.

Beberapa waktu terakhir, ia meninjau sejumlah lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan, seperti Danau Perintis di Bone Bolango dan Pentadio Resort di Kabupaten Gorontalo.

Bagi Gobel, PENAS bukan hanya agenda nasional yang berlangsung beberapa hari. Lebih dari itu, ini adalah panggung besar untuk memperkenalkan wajah Gorontalo ke puluhan ribu pengunjung dari seluruh Indonesia.

“Saya ingin orang datang ke Gorontalo bukan hanya menghadiri PENAS, tetapi pulang membawa cerita baik tentang Gorontalo,” ujar Rachmat Gobel.

Karena itu, berbagai kawasan wisata yang menjadi etalase daerah ditata kembali agar memiliki daya tarik lebih kuat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pentadio Resort yang kini tampil dengan wajah baru. Kawasan tersebut tidak hanya direvitalisasi, tetapi juga diberi sentuhan ikon modern yang belum pernah ada sebelumnya di Gorontalo.

Di antaranya adalah videotron berbentuk bola raksasa (sphere LED) yang menjadi salah satu instalasi digital unik di Indonesia, serta ikon patung kucing raksasa yang langsung menjadi perhatian masyarakat karena dinilai belum pernah ada di Gorontalo dan hanya terdapat di beberapa titik tertentu di Indonesia.

Kehadiran dua ikon ini menjadikan Pentadio bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga ruang publik modern yang bisa menjadi daya tarik baru Gorontalo.

UMKM, Pariwisata, dan Ekonomi Rakyat

Di balik pembangunan destinasi wisata, Gobel juga mendorong agar UMKM lokal ikut tumbuh bersama sektor pariwisata.

Ia menilai, setiap event besar seperti PENAS harus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, bukan hanya berhenti pada kegiatan seremonial.

Konsep yang ia dorong adalah integrasi antara pariwisata, UMKM, dan ekonomi desa, sehingga masyarakat sekitar bisa ikut menikmati dampak kunjungan wisatawan.

Menurutnya, produk lokal Gorontalo seperti makanan olahan, hasil pertanian, hingga kerajinan Karawo harus menjadi bagian dari pengalaman wisata.

## Persembahan untuk Tanah Leluhur

Di tengah berbagai aktivitasnya sebagai tokoh nasional, Rachmat Gobel terus menunjukkan kedekatan emosional dengan Gorontalo.

Baginya, apa yang dilakukan bukan sekadar tugas politik, tetapi bentuk pengabdian kepada tanah leluhur yang telah membentuk sejarah keluarganya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Apa yang saya lakukan hari ini untuk masyarakat Gorontalo. Saya ingin daerah ini maju, dikenal, dan memberi manfaat untuk generasi berikutnya,” kata Gobel.

Dari kenangan masa kecil bersama sang ayah hingga berbagai kontribusi saat ini, Gorontalo tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rachmat Gobel.

Sebuah pengabdian yang lahir bukan karena kepentingan sesaat, melainkan karena rasa memiliki terhadap tanah leluhur yang terus ia jaga dan persembahkan untuk masyarakat Gorontalo. **(Adv)**