SNikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM– Memasuki hari kedua, Jumat (27/03/2026), pelaksanaan Festival Olahraga KORMI Provinsi Gorontalo di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, berlangsung semakin meriah.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, baik dari peserta lomba maupun warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari.
Beragam perlombaan khas pesisir kembali digelar, menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus hiburan yang kental dengan budaya lokal.
Di antaranya lomba ketahanan menyelam tanpa alat, lomba perahu beregu, lomba dayung perorangan, lomba renang, hingga lomba unik seperti dayung di atas gabus untuk tingkat anak-anak.

Seluruh rangkaian lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pada hari kedua, acara dihadiri oleh Sultan Kalupe, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah lainnya yang ikut menyaksikan langsung jalannya perlombaan.
Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan tampak memadati area lomba. Sorak sorai penonton terdengar setiap kali peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya, khususnya pada lomba ketahanan menyelam yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Tidak sedikit peserta yang mampu bertahan cukup lama di dalam air, memancing decak kagum dari penonton.
Sementara itu, lomba perahu beregu dan dayung perorangan berlangsung tak kalah seru. Para peserta menunjukkan kekompakan dan kekuatan fisik dalam mengarungi perairan Torosiaje.
Ketua KORMI Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi masyarakat untuk mengikuti perlombaan sejumlah wisatawan yang berkunjung.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.
“Antusiasme masyarakat di hari kedua ini luar biasa. Ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan festival olahraga ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi peluang besar dalam mengangkat potensi pariwisata daerah.
“Torosiaje memiliki daya tarik yang sangat kuat. Kita lihat sendiri, yang hadir di sini bukan hanya masyarakat Gorontalo, tetapi juga dari luar daerah. Ini menjadi sinyal positif bahwa kegiatan seperti ini mampu menarik wisatawan dan memperkenalkan kekayaan budaya kita ke tingkat yang lebih luas,” jelas Mikson.
Bahkan, jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, pesta rakyat ini dapat menjadi agenda wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
“Ke depan, kegiatan seperti ini harus terus didorong dan dikemas lebih baik lagi. Kita ingin Torosiaje dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga tradisional yang unik di Indonesia,” tambahnya.
Pelaksanaan hari kedua ini dinilai lebih meriah dibandingkan hari sebelumnya. Cuaca yang mendukung serta semakin banyaknya masyarakat yang hadir membuat suasana semakin hidup.
Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin, bahkan dikembangkan menjadi agenda tahunan berskala lebih besar.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pesta rakyat Torosiaje tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol kuatnya persatuan masyarakat pesisir Gorontalo sekaligus pintu masuk dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. (*)










