Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak panas setelah Washington melancarkan serangan militer ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026), menyusul aksi yang lebih dulu dilakukan Israel.
Eskalasi ini mempertegas bahwa rivalitas kedua negara bukanlah konflik sesaat, melainkan akumulasi sejarah panjang yang dipenuhi kudeta, revolusi, sanksi, hingga perang bayangan lintas kawasan.
Selama lebih dari 70 tahun, hubungan Iran–AS bergerak dari fase persahabatan strategis menuju permusuhan ideologis yang kompleks.
Dinamika tersebut tidak hanya memengaruhi stabilitas Timur Tengah, tetapi juga berdampak pada politik dan ekonomi global.
Kudeta 1953 dan Retaknya Kepercayaan
Akar konflik modern bermula pada 1953.
Saat itu, CIA membantu menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadeq setelah kebijakannya menasionalisasi industri minyak.
Kudeta tersebut mengembalikan kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang pro-Barat.
Di era Shah, Iran menjadi sekutu utama Washington di Timur Tengah.
Amerika Serikat memberikan dukungan militer, ekonomi, dan intelijen dalam skala besar.
Iran diposisikan sebagai benteng menghadapi pengaruh Uni Soviet di kawasan.
Kerja sama pertahanan diperkuat dengan pengadaan alutsista canggih, termasuk jet tempur F-14 Tomcat.
Program nuklir sipil Iran pun dibangun dengan dukungan AS melalui inisiatif “Atoms for Peace”.
Namun, kedekatan itu memicu resistensi di dalam negeri Iran. Pemerintahan Shah dinilai otoriter dan terlalu bergantung pada Barat.
Ketidakpuasan sosial dan politik memuncak dalam Revolusi Islam 1979 yang dipimpin Ayatollah Khomeini.
Shah tumbang, dan Iran berubah menjadi republik Islam yang secara terbuka menentang dominasi AS.
Krisis Sandera hingga Perang Terbuka
Hubungan kedua negara runtuh total saat krisis penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979.
Sebanyak 52 diplomat Amerika ditahan selama 444 hari.
Peristiwa ini memicu pemutusan hubungan diplomatik dan gelombang sanksi ekonomi yang terus diperketat hingga kini.
Konfrontasi berlanjut dalam Perang Iran-Irak (1980–1988).
Meski tidak terjun langsung ke medan tempur, AS mendukung Irak di bawah Saddam Hussein dengan bantuan intelijen dan logistik.
Bagi Washington, langkah itu bagian dari strategi menahan pengaruh revolusi Iran di kawasan Teluk.
Bentrokan militer langsung terjadi pada 1988 dalam Operation Praying Mantis.
Angkatan Laut AS menyerang kapal perang dan fasilitas minyak Iran setelah kapal AS terkena ranjau.
Operasi tersebut menjadi konfrontasi terbuka terbesar antara kedua negara dan memperlihatkan risiko perang langsung.
Perang Proksi dan Bayang-Bayang Nuklir
Memasuki dekade berikutnya, konflik berubah bentuk menjadi perang proksi.
Iran memperluas pengaruhnya dengan mendukung Hizbullah di Lebanon, milisi Syiah di Irak, serta pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah.
Di Yaman, Iran dituding membantu kelompok Houthi. Sementara itu, AS memperkuat aliansi dengan Israel dan negara-negara Teluk untuk membendung ekspansi Teheran.
Isu program nuklir Iran menjadi sumber ketegangan utama.
Washington menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran menegaskan programnya bersifat damai.
Kesepakatan nuklir 2015 sempat meredakan ketegangan, namun penarikan AS dari perjanjian tersebut kembali memperburuk situasi.
Pada 2020, pembunuhan jenderal senior Iran Qassem Soleimani oleh serangan drone AS di Baghdad memicu ketegangan baru.
Iran membalas dengan serangan rudal ke pangkalan AS di Irak. Dunia sempat khawatir perang terbuka akan pecah.
Kini, dengan serangan terbaru yang terjadi setelah kegagalan diplomasi, rivalitas lama kembali memanas.
Dari kudeta 1953 hingga eskalasi 2026, hubungan Iran dan Amerika Serikat mencerminkan perseteruan geopolitik yang dipenuhi kecurigaan, kepentingan energi, serta pertarungan pengaruh regional.
Drama 70 tahun ini menunjukkan bahwa konflik keduanya bukan sekadar soal militer, tetapi juga pertarungan ideologi dan dominasi kawasan yang belum menemukan titik akhir. (*)










