Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 di Desa Maleo, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Senin (9/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait keterbatasan sarana dan prasarana penunjang aktivitas pelayanan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kepala Desa Maleo, Ahrudin A. Otoluwa, mengungkapkan sejumlah fasilitas desa masih membutuhkan perhatian pemerintah, terutama perlengkapan pendukung di balai desa serta sarana penunjang kegiatan masyarakat.
Keterbatasan fasilitas tersebut sering kali menghambat pelaksanaan pelayanan publik dan pertemuan warga.
“Kami masih kekurangan beberapa sarana dasar seperti kipas angin, kursi, serta perlengkapan penunjang kegiatan masyarakat lainnya. Saat ada kegiatan pelayanan atau pertemuan warga, kondisi ruangan kurang nyaman sehingga sangat membutuhkan dukungan bantuan fasilitas,” ujarnya.
Ia berharap melalui reses tersebut, aspirasi pemerintah desa dapat ditindaklanjuti agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Ahrudin menilai keberadaan sarana yang memadai tidak hanya menunjang kenyamanan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa.
Menanggapi hal tersebut, Mikson Yapanto menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana desa merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan publik di tingkat paling bawah.
Ia menegaskan, pemerintah harus hadir memastikan fasilitas dasar desa terpenuhi agar aktivitas masyarakat berjalan lancar.
Mikson menyatakan akan membantu pengadaan beberapa kebutuhan mendesak, termasuk kipas angin serta perlengkapan penunjang lainnya yang dibutuhkan pemerintah desa.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat segera memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kebutuhan seperti kipas angin dan fasilitas pendukung lainnya memang terlihat sederhana, tetapi sangat penting untuk kenyamanan pelayanan dan kegiatan masyarakat. Ini akan kami upayakan agar bisa segera dibantu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan hasil reses akan dibawa dalam pembahasan di tingkat provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke desa.
Mikson menilai perhatian terhadap sarana prasarana desa menjadi langkah awal memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap aspirasi warga benar-benar ditindaklanjuti. Pembangunan harus dirasakan sampai ke desa, termasuk melalui penyediaan fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan kebutuhan sarana dan prasarana Desa Maleo dapat segera terealisasi sehingga pelayanan pemerintahan desa semakin baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. (*)










