Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM– Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menegaskan komitmennya untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal naik kelas dan memasuki pasar ritel modern nasional.
Menurut Mikson, sebagai Ketua Komisi II, tanggung jawabnya tidak hanya mengawal masuknya investor ke Gorontalo, tetapi juga memastikan UMKM lokal mampu berkembang dan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
Mikson Yapanto menyatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendongkrak pendapatan daerah dan mengurangi angka pengangguran.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oleh karena itu, kita harus memastikan mereka naik kelas,” ujar Mikson dalam keterangannya kepada bicaraa.com, Selasa (18/03/2025).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan Mikson adalah mendorong pelatihan-pelatihan khusus bagi para pelaku UMKM.
Hal itu dibantu oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Provinsi Gorontalo sebagai mitra kerja untuk meningkatkan kualitas kemasan produk UMKM.
“Kemasan yang menarik dan berkualitas akan meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar modern. Ini adalah langkah awal agar produk lokal bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Selain itu, Mikson juga berkomitmen untuk mempermudah proses pengurusan perizinan bagi UMKM. Menurutnya, birokrasi yang rumit sering menjadi kendala utama bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Kami akan mengawal setiap proses perizinan agar lebih cepat dan transparan. UMKM tidak boleh terbebani oleh birokrasi yang berbelit-belit,” tegasnya.
Mikson Yapanto, yang telah tiga periode mengabdi sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo, mengaku bahwa fokusnya saat ini adalah membantu masyarakat kecil, termasuk para pelaku UMKM.
“Saya dipilih oleh masyarakat kecil, dan saya merasa bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan mereka. UMKM adalah salah satu sektor yang paling dekat dengan rakyat kecil, dan kita harus memastikan mereka bisa berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mikson menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi dan daya jual produk UMKM menjadi prioritas utama.
“Kita harus memastikan bahwa produk UMKM tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga bisa menembus pasar yang lebih luas. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan,” tutupnya. (*)