BICARAA.COM, BOLSEL – Cek Fakta, tak hanya menggunakan anggaran yang sedikit wisata “Pantai Tersakiti ” ternyata menghabiskan anggaran milyaran rupiah yang sumber anggaran diketahui dari Dana Desa dan Dana hibah dari Kementrian Pariwisata.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Desa Pinolantungan Ircan Mokoginta bahwa, wisata tersebut dibangun dari tahun 2019 dengan menggunakan anggaran Dana Desa dan anggaran dari Kementrian.
“Wisata ini terbentuk dari 2019 yang sumber anggarannya dari Dana Desa dan ada juga anggaran dari kementrian sekitar Rp 500 juta. Jadi Pemdes mengajukan proposal untuk pembangunan destinasi wisata, Kurang lebih dari 2018 dan sampai 2024 ini sekitaran Rp 1,4 milyar yang sudah diserap diwisata ini,” ungkap Ircan mokoginta, Selasa( 11/06/2024).
Kini tempat tersebut berubah drastis. Pemuda Desa setempat kembali menyulapnya menjadi Desa Wisata yang mengundang banyak wisata dari dalam dan luar desa dan sudah memiliki pendapatan tersebut.
“Kalau pendapatan dari 2019 sekitaran 10 juta dari 2020,2021 karena covid-19 tidak ada pendapatan dan kembali lagi diakhir tahun 2023 sampai pendapatan sekitar 27 jutaan jadi hasil dari wisata ini baru 37 jutaan,” jelas Ircan.
” Untuk pendapatan dari wisata itu pembagian hasilnya yang telah disepakati antara Pemerintah Desa dengan BPD yaitu tiga puluh tujuh puluh, 30 untuk Desa dan 70 untuk pengembang wisata,pengurus dan operasional,” sambungnya.
Tak hanya nama yang unik tempat yang indah para wisatawan akan ditawarkan fasilitas fasilitas yang ada di pantai tersakiti tersebut.
“Fasilitas yang disediakan untuk wisatawan, banabut,home stay, sound sistem, dan masih banyak lagi fasilitas lainya didalam wisata pantai tersakiti,” imbuhnya.
Diakhir wawancara, Ircan membeberkan bahwa setiap pengunjung atau wisatawan dikenakan tarif ketika masuk di dalam wisata tersebut.
“Setiap pengunjung dikenakan tarif 10 ribu rupiah perorang,” imbuhnya.
Untuk menuju tempat wisata pantai tersakiti dari kota Gorontalo kurang lebih 3 jam dengan menempuh perjalanan darat dan para wisatawan akan disambut oleh keindahan alam pada saat tiba di lokasi tersebut.
Diketahui, pendapatan dari 2019 sekitaran 10 juta dari 2020,2021 karena covid-19 tidak ada pendapatan dan kembali lagi diakhir tahun 2023 sampai pendapatan wisata sekitar 27 jutaan akumulasi hasil dari wisata ini baru 37 jutaan.
“Untuk pendapatan dari wisata itu pembagian hasilnya yang telah disepakati antara Pemerintah Desa dengan BPD yaitu tiga puluh tujuh pulu. 30 puluh untuk Desa dan 70 puluh untuk wisata,pengurus dan operasional,” tutupnya. (Iqra)






