DPRD Gorontalo

Aksi Mulia Mikson, Bantu Gaji Imam Tertunda dan Lampu Jalan

×

Aksi Mulia Mikson, Bantu Gaji Imam Tertunda dan Lampu Jalan

Sebarkan artikel ini
Reses Mikson Yapanto di Desa Torosiaje Jaya, Kecamatan Popayato, Pohuwato, Foto: (bicaraa.com)

Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini


POHUWATO, BICARAA.COM – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun 2025–2026 di Desa Torosiaje Jaya, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga setempat.

Dalam pertemuan itu, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara langsung.

Salah satunya disampaikan Answar Sompa yang menyoroti keterlambatan pembayaran gaji imam desa yang telah berlangsung sekitar empat bulan.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan, terlebih masyarakat akan segera memasuki bulan Ramadan yang membutuhkan peran aktif imam dalam kegiatan keagamaan.

Answar mengatakan, para imam tetap menjalankan tugas pelayanan keagamaan meski hak mereka belum diterima.

Ia berharap ada perhatian serius agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Gaji imam sudah empat bulan belum dibayarkan. Padahal sebentar lagi kita masuk bulan Ramadan, tentu peran imam sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap ada solusi agar hak mereka bisa segera diterima,” ujarnya.

Ia juga menambahkan keterlambatan pembayaran berdampak pada kebutuhan hidup para imam sehari-hari.

“Imam tetap mengabdi untuk masyarakat, tetapi kebutuhan keluarga mereka juga harus dipikirkan. Karena itu kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah maupun pihak terkait,” tambah Answar.

Menanggapi hal tersebut, Mikson Yapanto menyatakan keprihatinannya.

Ia menilai persoalan gaji imam merupakan hal mendasar yang tidak seharusnya terabaikan, apalagi menjelang momentum penting seperti Ramadan.

Karena itu, ia menyatakan kesiapannya membantu pembayaran gaji imam yang tertunda menggunakan dana pribadi sebagai langkah cepat membantu kebutuhan mendesak.

“Persoalan imam ini sangat penting, apalagi kita akan menghadapi bulan Ramadan. Saya akan berupaya membantu terlebih dahulu agar kegiatan keagamaan tetap berjalan,” kata Mikson di hadapan warga.

Selain persoalan gaji imam, warga juga mengeluhkan kondisi lampu jalan di desa yang sudah lama tidak menyala.

Minimnya anggaran disebut menjadi penyebab utama belum adanya perbaikan.

Akibatnya, sebagian wilayah desa menjadi gelap pada malam hari dan dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun aktivitas masyarakat.

Answar kembali menyuarakan harapan warga terkait penerangan jalan.

“Lampu jalan sudah lama tidak menyala karena tidak ada anggaran. Kami berharap ada perhatian supaya desa tidak gelap pada malam hari dan aktivitas warga bisa lebih aman,” tuturnya.

Mikson merespons keluhan tersebut dengan menyatakan komitmennya untuk membantu penanganan lampu jalan.

Ia menyebut akan mengupayakan perbaikan melalui dukungan pribadi sambil tetap mendorong solusi jangka panjang melalui mekanisme pemerintah daerah.

“Kehadiran kami di sini untuk mendengar dan mencari solusi. Ada yang bisa ditangani cepat, ada juga yang harus diperjuangkan lewat kebijakan. Semua aspirasi tetap menjadi perhatian,” ujarnya.

Warga Torosiaje Jaya menyambut positif respons tersebut.

Mereka berharap perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti layanan keagamaan dan penerangan jalan dapat terus berlanjut, sehingga kualitas hidup masyarakat semakin baik.

Kegiatan reses ditutup dengan dialog terbuka dan penyerapan aspirasi tambahan dari masyarakat. (*)