Lifestyle

Unik Desa di Bolsel Sulap Tempat Sampah Jadi Wisata Pantai Tersakiti

×

Unik Desa di Bolsel Sulap Tempat Sampah Jadi Wisata Pantai Tersakiti

Sebarkan artikel ini
Foto: Bicaraa.com (Iqra)
Foto: Bicaraa.com (Iqra)

BICARAA.COM, BOLSEL – Pantai di Desa Pinolantungan, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara semula dijadikan tempat untuk masyarakat membuang sampah. Kini, tempat tersebut berubah drastis. Pemuda Desa setempat kembali menyulapnya menjadi Desa Wisata yang mengundang banyak wisata dari dalam dan luar desa.

Pantai yang kini menjadi destinasi wisata terindah dan memilik nama yang unik yaitu “Pantai Tersakiti”. Untuk menuju tempat wisata ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat.

Letak pantak pantai mudah untuk dilalui. Pasalnya wisatawan harus menelusuri permukiman warga untuk sampai ke kawasan wisata ini.

Kawasan ini diketahui terbentuk pada tahun 2019 sehingga potensi pantai yang dulunya tempat pembuangan sampah kini tereksplorasi secara maksimal dengan pesona yang ditawarkan tetap mampu menarik wisatawan lokal.

Sekretaris Desa Pinolantungan Ircan Mokoginta mengatakan bahwa, wisata tersebut dibangun dari tahun 2019 dengan menggunakan anggaran Dana Desa dan anggaran dari Kementrian.

“Wisata ini terbentuk dari 2019 dengan sumber anggaran dari dana desa dan juga dana daro Kementerian pariwisata Rp 500 juta melalui proposal yang di ajukan sehingga akumulasi anggaran mencapai Rp 1,4 milyar untuk pembangunan wisata pantai Tersakiti,” ucap Ircan Mokoginta kepada BICARAA.COM, Selasa (11/06/2024).

Dampak positif dari wisata ini terbentuk warga setempat berpeluang membuka usaha untuk berjualan sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya kaum emak-emak.

Awal mula penyebutan nama wisata lahir ide sekaligus kesadaran para kaum muda yang didukung penuh oleh Pemerintah Desa setempat dan juga BPD Desa Pinolantungan.

“Sampai dinamakan wisata Pantai Tersakiti karena pantai ini, dulunya adalah tempat sampah jadi ada pikiran bahwa pantai itu yang tersakiti, sehingga dirubah menjadi tempat wisata yang kebersihannya selalu diperhatikan oleh pengurusnya,” ungkap Ircan.

Dari semenjak Pantai Tersakiti ini mejadi objek wisata, kini wisata itu mampu menarik wisatawan untuk berkunjung.

“Bukan hanya menarik perhatian wisatawan lokal. Alhamdulillah, wisatawan luar daerah Gorontalo, Manado, bahkan diluar Sulawesi pun sering berkunjung di tempat ini,” tutupnya. ( Iqra)