Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
GORONTALO, BICARAA.COM– Anggota DPR RI daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, menegaskan komitmennya untuk terus memikirkan dan mencari solusi atas berbagai persoalan di Gorontalo.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan materi Empat Pilar di Desa Rejonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (7/5/2025).
Gobel menekankan perhatian terhadap daerah tidak boleh berhenti, selama dirinya masih diberi kesempatan.
Ia menyebut, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Gorontalo harus dijawab dengan langkah konkret, terutama melalui penguatan ekonomi berbasis desa.
Ia mengungkapkan, pembangunan dari pinggiran menjadi salah satu fokus utama yang terus didorong.
Menurut dia, desa memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan, khususnya di sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Gobel menjelaskan, penguatan sektor pertanian menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, UMKM juga dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan yang tepat.
“Selama saya masih diberi nafas, saya akan terus memikirkan Gorontalo dan mencari solusi untuk masyarakat,” ujar Gobel dalam kegiatan tersebut.
Sebagai langkah konkret, ia mendorong pengembangan desa percontohan yang dapat menjadi model bagi wilayah lain.
Salah satu desa yang disiapkan adalah Desa Tilihua, Kabupaten Gorontalo yang akan difokuskan pada pengembangan komoditas kacang sebagai produk unggulan.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga akan diarahkan pada pengolahan hingga pemasaran yang terintegrasi.
Untuk mendukung hal tersebut, Gobel mengungkapkan perusahaan besar, yakni Kacang Garuda, telah menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam pengembangan komoditas tersebut.
Selain itu, Desa Tilihua juga akan dikembangkan sebagai pilot project yang terintegrasi.
Di lokasi tersebut direncanakan pembangunan gudang sebagai pusat pengolahan dan distribusi hasil pertanian.
Tidak hanya itu, kawasan ini juga akan diarahkan menjadi agro wisata yang dapat menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Untuk menunjang kenyamanan, di sekitar area gudang akan disediakan fasilitas umum, termasuk toilet umum dengan standar internasional.
Ia berharap, melalui pendekatan pembangunan berbasis desa, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata.
Program percontohan di Desa Tilihua diharapkan menjadi awal dari pengembangan desa-desa lain di Gorontalo.
Dengan strategi tersebut, Gobel optimistis desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. (*)










