Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM– Pani Gold Mine melakukan pengerukan sedimentasi sepanjang lima kilometer di saluran irigasi Bendung Taluduyunu, Jalan Gunung Pani, Kabupaten Pohuwato.
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan aliran air ke lahan pertanian seluas kurang lebih 1.800 hektare di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa.
Normalisasi saluran irigasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak perusahaan, pemerintah kecamatan, serta perwakilan petani.
Pendangkalan yang terjadi sejak Agustus 2025 menyebabkan aliran air tidak lagi optimal menuju area persawahan. Tinggi sedimentasi bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga 1 meter.
Data di lapangan mencatat, dampak pendangkalan tersebut memengaruhi 1.866 hektare lahan pertanian yang dikelola sekitar 1.650 petani di dua kecamatan.
Kondisi ini mendorong dilakukannya percepatan pengerukan agar musim tanam tidak terganggu.
Kesepakatan normalisasi dicapai melalui koordinasi Pemerintah Kecamatan Buntulia, Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), dan manajemen perusahaan. Pekerjaan dimulai pada 5 Februari 2026 dan berlangsung selama 14 hari.
Dalam prosesnya, perusahaan mengerahkan dua unit excavator dan sembilan unit dump truck untuk mengangkat pasir dan lumpur yang mengendap di sepanjang saluran irigasi.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Desa Taluduyunu Utara Kadir Ripo, Camat Buntulia Syaiful B.M. Hunta, serta perwakilan perusahaan.
Camat Buntulia, Syaiful B.M. Hunta, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Ia menilai langkah tersebut sangat membantu petani dalam mengatasi persoalan pengairan.
“Terima kasih kepada perusahaan yang telah membantu petani melalui pengerukan sedimen. Harapan kami, bantuan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi awal dari berbagai bentuk dukungan lain bagi masyarakat tani, khususnya di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Taluduyunu Utara, Kadir Ripo. Ia menyebut bantuan pengerukan di saluran Dusun Bendungan memberikan dampak langsung bagi warga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pengerukan sedimentasi ini. Masyarakat sangat terbantu karena air kembali mengalir lebih lancar ke sawah-sawah,” katanya.
Ketua P3A Sinar Tani Desa Padengo, Mohamad Badu, juga menyatakan dukungan penuh dari petani.
Ia berharap kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Selain memulihkan fungsi irigasi, material pasir hasil pengerukan dimanfaatkan warga sebagai bahan timbunan pondasi rumah dan pembangunan masjid.
Dengan normalnya sistem pengairan Bendung Taluduyunu, produktivitas pertanian di dua kecamatan tersebut diharapkan tetap terjaga. (*)










