Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026 kembali menuai kritik publik setelah sejumlah video pembagian paket makanan kepada siswa viral di media sosial.
Perbincangan muncul dari beberapa daerah, mulai dari Kota Palu, Bandar Lampung, Kabupaten Tangerang, hingga Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Di SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, paket MBG yang diterima siswa berisi susu kotak, dua buah pisang, roti kemasan, dan empat butir telur puyuh.
Video pembagian tersebut memicu komentar warganet yang mempertanyakan apakah komposisi menu sudah memenuhi standar gizi, terlebih dengan anggaran yang disebut mencapai Rp15.000 per porsi.
Kritik serupa juga muncul di Bandar Lampung. Paket MBG yang berisi roti, jeruk, kurma, dan telur dinilai sebagian netizen masih tergolong sederhana.
Di Kabupaten Tangerang, unggahan lain memperlihatkan paket untuk beberapa hari yang hanya terdiri dari roti, tiga butir kurma, dan sebungkus kacang kecil.
Perbedaan komposisi menu antar daerah memunculkan pertanyaan soal indikator kualitas, perencanaan, serta distribusi program.
Terbaru, perbincangan juga datang dari Kecamatan Marisaa, Kabupaten Pohuwato.
Program MBG yang digulirkan pemerintah kembali ramai diperbincangkan setelah beredarnya video yang memperlihatkan isi paket makanan yang dibagikan kepada siswa selama bulan Ramadhan, Selasa (24/02/2026).
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Yanto Samarang dengan durasi sekitar 1 menit 36 detik dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu, Kepala Desa Suka Makmur, Badrun Iyone, memperlihatkan secara rinci isi paket MBG yang diterima siswa di wilayahnya.
Isi paket tersebut terdiri dari satu bungkus roti, tiga butir kurma, satu butir telur, serta satu buah pisang matang.
Tampilan menu itu kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat, terutama terkait kesesuaian nilai anggaran dengan isi yang diterima siswa.
Tanggapan BGN soal Anggaran MBG
Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S Deyang, menegaskan anggaran untuk bahan baku makanan tidak sepenuhnya sebesar Rp15.000 per porsi.
Ia menjelaskan anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1-3 sebesar Rp8.000 per porsi.
Sementara untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi.
“Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1-3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10 ribu per porsi,” ujar Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, besaran Rp13.000 untuk balita hingga siswa kelas 3 SD serta Rp15.000 untuk siswa kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan makanan.
Sebagian dana digunakan untuk biaya operasional program dan insentif mitra pelaksana.
Menurut Nanik, anggaran MBG mencakup biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi.
Ia menegaskan bahwa komponen pembiayaan telah diatur sesuai mekanisme program.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul ramainya unggahan foto dan video menu MBG yang dinilai sederhana serta dianggap tidak mencerminkan perbaikan gizi. (*)










