Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
POHUWATO, BICARAA.COM– Mahasiswa Universitas Pohuwato (UNIPO) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026 mulai menjalani rangkaian pengabdian kepada masyarakat dengan agenda supervisi lapangan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan awal untuk memastikan seluruh program KKNT berjalan sesuai perencanaan.
Supervisi lapangan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan menyasar tujuh posko KKNT yang tersebar di wilayah Kecamatan Wanggarasi.
Setiap posko menjadi pusat pelaksanaan program kerja tematik mahasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa setempat.
Ketujuh posko KKNT tersebut merupakan wadah implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa dituntut tidak hanya hadir secara fisik di desa, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.
Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Gretty Sy. Saleh, S.IP., M.Si., turut hadir dalam kegiatan supervisi tersebut.
Ia menegaskan bahwa supervisi oleh Dosen Pembimbing Lapangan akan dilakukan secara berkala selama masa KKNT berlangsung.
“Kegiatan kunjungan dan supervisi Dosen Pembimbing Lapangan akan terus dilaksanakan setiap minggu untuk memastikan program kerja mahasiswa berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan,” ujar Gretty.
Ia menjelaskan, evaluasi mingguan menjadi instrumen penting untuk menilai capaian program kerja mahasiswa di masing-masing posko KKNT.
Evaluasi tersebut juga digunakan sebagai dasar perbaikan program agar pelaksanaan KKNT semakin tepat sasaran.
Lebih lanjut, Gretty menegaskan pelaksanaan KKNT Universitas Pohuwato Tahun 2026 dirancang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menjadi bagian dari agenda pembangunan pemerintah.
“Program KKNT ini kami arahkan agar mendukung pencapaian SDGs, terutama dalam penguatan pendidikan, peningkatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi desa, pengurangan kemiskinan, serta pembangunan desa yang berkelanjutan,” jelasnya.
Menurutnya, SDGs merupakan kerangka pembangunan global dan nasional yang menekankan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Melalui keterlibatan mahasiswa di desa, Universitas Pohuwato berupaya mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah hingga tingkat paling bawah.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pohuwato, Edy Sijaya, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa supervisi DPL memiliki peran strategis dalam menjamin keberhasilan pelaksanaan KKNT.
“Supervisi DPL merupakan kegiatan kunjungan, monitoring, dan pendampingan langsung ke lokasi desa tempat mahasiswa mengabdi,” ungkap Edy.
Ia menambahkan, supervisi bertujuan memastikan seluruh program kerja berjalan dengan baik, membantu menyelesaikan kendala di lapangan, serta mengevaluasi kinerja dan capaian mahasiswa selama masa pengabdian.
Edy berharap, supervisi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan KKNT di Kecamatan Wanggarasi, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (*)











