Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Memasuki hari keenam Ramadan 1447 H, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar.
Bulan suci ini dikenal sebagai momentum penuh rahmat dan ampunan, di mana setiap hamba diberi kesempatan untuk kembali mendekat kepada Allah SWT serta memohon penghapusan dosa.
Pada hari keenam puasa, terdapat doa khusus yang berisi permohonan agar tidak dihinakan karena maksiat dan dijauhkan dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan Allah.
Doa ini dapat dipanjatkan sejak waktu berbuka hingga menjelang sahur, sebagai bagian dari rangkaian ibadah harian di bulan Ramadan.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak.
Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan waktu Ramadan hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual melalui doa.
Berikut bacaan doa hari keenam puasa Ramadan:
اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ
Arab Latin: Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimatika wa zahzihnî fîhi min mûjibâti sakhatika bimannika wa ayâdîka yâ muntahâ raghbatirrâghibîn.
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau hinakan aku di bulan ini karena perbuatan maksiatku terhadap-Mu. Janganlah Engkau cambuk aku dengan cambuk balasan-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Mu dengan kelembutan dan ketinggian rahmat-Mu, wahai tempat bergantungnya orang-orang yang berharap.”
Isi doa tersebut menekankan tiga permohonan utama. Pertama, agar tidak dipermalukan akibat dosa yang pernah dilakukan.
Kedua, agar terhindar dari azab atau balasan atas kesalahan. Ketiga, agar dijauhkan dari segala hal yang bisa memicu kemurkaan Allah SWT.
Ramadan memang menjadi bulan pembinaan diri.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah SWT menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar umat beriman mencapai derajat takwa.
Takwa tidak hanya diukur dari kemampuan menahan diri, tetapi juga dari kesungguhan memperbaiki perilaku.
Hari keenam menjadi pengingat bahwa perjalanan Ramadan masih panjang.
Konsistensi ibadah, menjaga lisan, serta menjauhi maksiat menjadi kunci agar puasa tidak sekadar formalitas.
Doa yang dipanjatkan setiap hari berfungsi sebagai penguat niat dan benteng diri dari godaan.
Karena itu, umat Muslim diimbau memanfaatkan hari keenam ini untuk memperbanyak doa, zikir, dan evaluasi diri.
Ramadan bukan hanya soal waktu, tetapi soal perubahan.
Dengan memohon ampunan dan perlindungan dari kemurkaan Allah, diharapkan ibadah puasa semakin bermakna hingga akhir bulan suci. (*)









