Nikmati Update Berita Terbaru dari Bicaraa.com Setiap Hari Melalui Saluran Whatsapp, Bisa Klik Disini
BICARAA.COM– Pulau pribadi milik terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein di Kepulauan Virgin AS kembali menjadi sorotan publik.
Penduduk setempat menyebutnya “Pulau Pedofil”, sementara Epstein menamai salah satu pulaunya “Little St Jeff’s”.
Bagi dunia internasional, lokasi itu lebih dikenal sebagai “Pulau Epstein”, yang menurut pengacara para penuduh menjadi tempat terjadinya berbagai kejahatan terhadap gadis di bawah umur.
Sorotan terbaru muncul setelah lebih dari 150 foto dan video liburan mewah Epstein di pulau tersebut dipublikasikan secara daring oleh politisi Amerika Serikat pada awal November waktu setempat.
Publikasi ini kembali memicu perhatian terhadap aktivitas Epstein sebelum ia meninggal dunia pada Agustus 2019.
Epstein diketahui memiliki dua pulau pribadi, yakni Little St James dan Great St James.
Dalam sejumlah dokumen presentasi bisnis, ia menyebut wilayah Kepulauan Virgin AS sebagai lokasi yang “sempurna” karena sangat terisolasi.
Kedua pulau itu disebut digunakan sebagai tempat tinggal pribadi sekaligus pusat aktivitas bisnisnya.
Berkas penyelidikan terhadap Epstein mencakup ribuan halaman dokumen serta ratusan gigabita data berupa foto, video, rekaman audio, hingga transkrip wawancara korban dan saksi.
Dokumen tersebut dikumpulkan oleh FBI sebagai bagian dari penyidikan dugaan perdagangan seks.
Sejumlah pihak mendesak pembukaan penuh berkas untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan pihak lain, meski keberadaan nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan kesalahan hukum.
Beberapa hari setelah kematian Epstein pada 10 Agustus 2019, agen FBI bersama penyelidik kepolisian New York menggerebek Little St James.
Penggeledahan itu menghasilkan sejumlah besar barang bukti digital maupun fisik yang kemudian menjadi bagian penting penyelidikan federal.
Secara geografis, kedua pulau tersebut berada berdampingan di kawasan Karibia dan hanya dapat diakses melalui helikopter atau kapal pribadi.
Dari daratan Amerika Serikat, Epstein biasanya terbang dengan pesawat pribadi menuju bandara St. Thomas sebelum melanjutkan perjalanan udara ke pulau miliknya.
Little St James dibeli pada 1998 dengan nilai sekitar 7,95 juta dolar AS melalui perusahaan yang kemudian diketahui sepenuhnya dimiliki Epstein.
Sementara Great St James dibeli pada 2016 dengan harga sekitar 22,5 juta dolar AS.
Penduduk lokal menuduh Epstein kerap membawa gadis di bawah umur ke pulau-pulau tersebut, dengan sebagian besar tuduhan berfokus pada Little St James.
Salah satu korban, Virginia Giuffre, menuduh pernah diperkosa di pulau itu oleh tokoh kerajaan Inggris, Pangeran Andrew.
Tuduhan tersebut dibantah melalui kesaksian Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein, yang menyatakan tidak ada gadis di pulau saat kunjungan berlangsung.
Maxwell sendiri kemudian divonis bersalah pada 2021 atas perdagangan seks dan kejahatan terkait anak di bawah umur.
Kasus Epstein hingga kini tetap menjadi perhatian global, terutama terkait jaringan kekuasaan, dugaan keterlibatan tokoh berpengaruh, serta tuntutan transparansi atas dokumen penyelidikan yang masih disegel sebagian. (*)




